Advertisement

Soal Endemi, WHO: Masih Jauh!

Arief Junianto
Sabtu, 16 April 2022 - 07:37 WIB
Arief Junianto
Soal Endemi, WHO: Masih Jauh! Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA--World Health Organization aatau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan Covid-19 yang melanda dunia masih jauh dari endemi.

Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan mengatakan masih terlalu dini menganggap pandemi Covid-19 benar-benar mereda dalam waktu dekat.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Saya tentu tidak percaya kita telah mencapai sesuatu yang mendekati situasi endemik dengan virus ini," kata Ryan dalam sesi tanya jawab langsung di kanal WHO, dikutip dari laman NDTV, Jumat (15/4/2022).

BACA JUGA: Presiden Minta RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual Segera Disahkan

Ryan, lebih lanjut, mengatakan penyebaran Covid-19 belum masuk dalam kategori pola musiman ataupun pola penularan apapun. Dia menilai penyebaran virus ini masih cukup fluktuatif dan mampu menyebabkan epidemi besar. "Itu belum menjadi penyakit endemi," imbuhnya.

Ryan kemudian mengungkapkan jika Covid-19 menjadi endemi pun bukan suatu hal yang bisa dianggap ringan. Dia menyinggung terkait tuberkulosis dan malaria sebagai penyakit endemi yang masih membunuh jutaan orang per tahun. "Jangan percaya jika endemi sama saja sudah selesai, ringan atau tidak masalah. Sama sekali tidak," ucap dia.

BACA JUGA: Ilmuwan: Omicron Sebabkan Dampak Tidak Terlalu Parah daripada Delta

Ryan menjelaskan seringkali penyakit yang pernah menjadi epidemi menetap menjadi pola endemi, dengan fokus pada bagian tertentu dari populasi. Dia mengatakan mereka sering bisa menjadi penyakit masa kanak-kanak, seperti campak dan difteri, karena bayi yang baru lahir lebih rentan.

Meskipun pekan lalu, ada sekitar 20.000 kasus kematian Covid-19, terendah yang tercatat sejak hari-hari awal pandemi. Ryan menyebutkan angka tersebut masih terlalu banyak. "Kita harus bahagia tetapi kita tidak boleh puas. Jika tingkat vaksinasi turun, seperti yang terjadi pada campak, epidemi bisa pecah lagi," katanya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Puluhan Juta Dianggarkan Kelurahan Gedongkiwo untuk Tangani Sampah

Jogja
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:37 WIB

Advertisement

alt

Ini Nih... Wisata di Solo yang Instagramable, Ada yang di Dalam Pasar!

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement