Advertisement

Kementerian Investasi Ibaratkan Strategi Juventus untuk Incar Investasi Rp1.200 Triliun

Maria Elena
Minggu, 10 Juli 2022 - 19:17 WIB
Budi Cahyana
Kementerian Investasi Ibaratkan Strategi Juventus untuk Incar Investasi Rp1.200 Triliun Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers terkait pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP), Hak Guna Usaha (HGU), dan Hak Guna Bangunan (HGB) terhadap sejumlah perusahaan di Kantor BKPM, Jakarta, Jumat (7/1/2022). - Antara Foto/Galih Pradipta

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengibaratkan pentingnya strategi ala Juventus untuk menggaet investasi sebesar Rp1.200 triliun tahun ini di tengah tantangan perekonomian global yang tinggi.

Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan strategi yang disiapkan untuk mencapai target investasi adalah dengan memanfaatkan atau mendorong penyelesaian investasi yang sebelumnya telah mendapatkan insentif tax holiday.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA: Beasiswa Ratusan Mahasiswa Papua di Jogja Mandek, Banyak yang Kelaparan & Putus Kuliah

Total nilai investasi dari calon investor yang telah mendapatkan insentif tax holiday namun belum direalisasikan tercatat telah mencapai Rp1.300 triliun.

“Jadi di samping kami mencari investasi dari luar, kami mendorong yang sudah ada di dalam. Seperti dulu, kondisinya itu seperti main bola, seperti Juventus, bertahan dan menyerang,” katanya belum lama ini.

Bahlil optimistis, dengan strategi tersebut, maka target realisasi investasi sebesar Rp1.200 triliun akan tercapai.

Dia pun meyakini realisasi investasi pada kuartal II/2022 akan meningkat lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pada kuartal I/2022, realisasi investasi tercatat mencapai Rp282,4 triliun, meningkat signifikan sebesar 28,5 persen secara tahunan atau 16,9 persen secara kuartalan.

Dari realisasi tersebut, tercatat penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp135,2 triliun atau tumbuh 25,1 persen secara tahunan, dan penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp147,2 triliun atau tumbuh 31,8 persen secara tahunan.

“Kinerja investasi di 2021 kenapa bagus, karena ada investasi mangkrak,” katanya.

Adapun Bahlil mengungkapkan, beberapa permasalahan yang membuat terhambatnya realisasi investasi dari perusahaan yang telah mendapatkan tax holiday adalah masalah perizinan, lahan, dan financial closing di perbankan.

BACA JUGA: Konflik Babarsari Bukan Pertikaian Etnis

“Dan itu kami datangi mereka. Yang sudah oke itu kami dampingi mereka. Bank mana yang masih ada masalah, kalau masalah terkait POJK atau ada di daerah, kami punya tim untuk membantu agar bisa cepat tereksekusi,” jelasnya.

Di samping itu, Bahlil mengatakan kendala lainnya adalah terhambatnya konstruksi karena permasalahan lahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Gibran Diminta Bantu Mengaspal, Jalan Godean Ternyata Sudah 20 Tahun Tak Direkonstruksi

Jogja
| Kamis, 02 Februari 2023, 06:47 WIB

Advertisement

alt

Seru! Ini Detail Paket Wisata Pre-Tour & Post Tour yang Ditawarkan untuk Delegasi ATF 2023

Wisata
| Rabu, 01 Februari 2023, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement