Advertisement
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih tinggi daripada China dan Amerika Serikat
Sejumlah kapal tongkang yang mengangkut batubara berada di Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (13/10/2021). - Bloomberg/Dimas Ardian
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pertumbuhan ekonomi Indonesia kali ini lebih tinggi daripada China dan Amerika Serikat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,44 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Capaian ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan beberapa negara mitra dagang utama Indonesia.
Advertisement
BACA JUGA: 3 Kecamatan di Bantul Ini Alami Hari Tanpa Hujan Lebih Lama, Sampai 2 Bulan
Kepala BPS Margo Yuwono menyampaikan perekonomian negara mitra dagang Indonesia tetap tumbuh positif pada kuartal II/2022, di tengah tantangan laju inflasi yang tinggi.
China misalnya, mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,4 persen pada kuartal II/2022, melambat jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya atau periode yang sama pada tahun lalu.
Ekonomi Amerika Serikat juga tumbuh melambat sebesar 1,6 persen pada kuartal II/2022. Sejalan dengan itu, ekonomi Uni Eropa tumbuh sebesar 4,0 persen juga melambat dari periode kuartal sebelumnya.
Sejumlah negara di Asia juga mencatatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi, seperti Korea Selatan dan Singapura, yang masing-masing tumbuh sebesar 2,9 persen dan 4,8 persen.
“Secara umum, ekonomi negara mitra dagang tetap tumbuh meski melambat, kecuali Vietnam yang pada kuartal II/2022 tumbuh 7,7 persen, lebih tinggi dibandingkan kuartal I/2022 maupun kuartal II/2022,” kata Margo, Jumat (5/8/2022).
Margo menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II ini salah satunya adalah keuntungan yang diperoleh Indonesia akibat naiknya harga komoditas di pasar global.
Hal ini tercermin juga dari neraca perdagangan Indonesia yang surplus sebesar US$15,55 miliar sepanjang kuartal II/2022, melonjak 148,01 persen secara tahunan. Kinerja ekspor Indonesia pada kuartal II/2022 melonjak sebesar 19,74 persen.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi kuartal II/2022 juga didorong oleh membaiknya permintaan masyarakat, yang didorong oleh pelonggaran mobilitas dan momentum Ramadan dan Idulfitri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
2 Kalurahan Sepakat Perbaiki Jalan Rusak Penghubung Gunungkidul-Bantul
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Antam Melonjak, Tembus Rp2,85 Juta per Gram
- Tiket Pesawat Diprediksi Naik, Pemerintah Pasang Batas Kenaikan
- Sawit Indonesia Dialihkan ke Energi B50 Mulai Juli 2026
- Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Tembus Rp85 Ribu per Kg
- Segini Besaran Penerimaan Negara dari Pajak MBG
- Pelaporan Pajak Tembus 10,8 Juta, Batas Waktu Diperpanjang
- Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Ini Rencana Bank Indonesia
Advertisement
Advertisement







