MDR QRIS 0 Persen Diperluas, BI Dorong Efisiensi Transaksi dan Digitalisasi Usaha
Bank Indonesia memperluas kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen untuk mendorong efisiensi biaya transaksi
Persipan ekspor glove oleh PT Marvel Sports International./Istimewa
JOGJA — Sebanyak 58.414 pasang glove produksi PT Marvel Sports International dikirim ke Swedia dan Belanda pada Senin-Selasa (15-16/8/2022) lalu. Barang tersebut bernilai ekspor sebesar US$275.027,07 atau setara dengan Rp4,1 miliar.
"Jenis gloves yang diekspor adalah ski gloves dan leather gloves," kata Kepala Kantor Bea Cukai Jogja, Eko Darmanto melalui rilis, Selasa (23/8/2022).
BACA JUGA: Ada 49 Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Selama 2022, Begini Kata Pertamina
Diberangkatkan dari Bantul, komoditas ekspor tersebut diangkut menuju Tanjung Emas sebagai pelabuhan muat. Gloves dikemas dalam 815 karton dengan berat mencapai 5,7 ton.
PT Marvel Sports International mendapatkan fasilitas fiskal berupa Kawasan Berikat dari Bea Cukai pada 2019. Lantaran performanya yang bagus, maka pada 2021, Bea Cukai memberikan fasilitas Kawasan Berikat Mandiri pada perusahaan yang berlokasi di Sedayu, Bantul, tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Indonesia memperluas kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen untuk mendorong efisiensi biaya transaksi
KPK menyisir tiga ruangan dirjen di Kementerian ATR/BPN terkait pengusutan kasus dugaan suap HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.
Pembangunan rusun ASN Sleman belum terealisasi akibat kendala pengadaan tanah. Pemkab Sleman kaji opsi penggunaan tanah kas desa (TKD).
PB PDGI menyebut 95% masyarakat Indonesia rutin sikat gigi, namun kurang dari 3% yang melakukannya di waktu tepat: setelah sarapan dan sebelum tidur.
Ahmad Sahroni mendesak Korlantas Polri evaluasi ujian SIM dan usut sindikat SIM palsu usai Polres Siak menangkap delapan tersangka.
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia sebut kasus korupsi Fahd El Fouz sebagai musibah. Doli Kurnia sebut perbuatan Fahd jadi bahan evaluasi kaderisasi.