Kaset 80an Hadir di Sleman, Bawa Musik Lawas dan Donasi Kemanusiaan
Retro Groove 2026 di Sleman hadirkan lagu 80-an dan aksi sosial. Kaset 80an jadi jembatan nostalgia lintas generasi.
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan digital di Indonesia dengan menggelar kegiatan Konferensi dan Expo Ketahanan Digital (ID-RES) pada tanggal 24-25 Agustus 2022 di Royal Ambarrukmo Yogyakarta secara hybrid (online dan offline)./Ist
JOGJA-Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan digital di Indonesia dengan menggelar kegiatan Konferensi dan Expo Ketahanan Digital (ID-RES) pada tanggal 24-25 Agustus 2022 di Royal Ambarrukmo Yogyakarta secara hybrid (online dan offline).
Dengan tema “Mewujudkan Ketahanan Digital dan Kedaulatan Internet Indonesia”, PANDI mengundang lebih dari 30 pembicara yang ahli di bidang digital serta mengundang para pemangku kepentingan dalam tata kelola internet seperti pemerintahan, pelaku bisnis, mahasiswa, registrar dan para pelaku UMKM dalam kegiatan ID-RES ini. Dalam kegiatan ID-RES ini, PANDI juga melakukan Launching PANDI Institute untuk mendukung ekosistem ketahanan digital di Indonesia.
“Kegiatan ID-RES ini mengangkat tema ketahanan digital yang sangat penting bagi kita semua dan merupakan salah satu upaya dalam peningkatan pemanfaatan Teknologi Informasi dan melalui kehadiran PANDI Institute dengan slogan “Living With Technology” diharapkan kita semua dapat siap untuk menyambut perkembangan teknologi kedepannya,” tutur Ketua PANDI, Yudho Giri Sucahyo dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (25/8/2022).
Lebih lanjut, Yudho menjelaskan bahwa di era digitalisasi dan globalisasi ini ketahanan digital merupakan hal yang sangat penting untuk dijaga bersama-sama oleh seluruh elemen pemerintah dan masyarakat tanpa terkecuali. “Kita semua harus berkolaborasi untuk mewujudkan ketahanan digital ini, mari kita semua berkolaborasi untuk peningkatan ketahanan digital yang tentunya hal ini tidak lepas dari peran serta seluruh pihak mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi, mahasiswa, dan masyarakat umum,” jelas Yudho.
Sementara itu, Brigjen TNI Iwan Sumantri selaku Kepala PUSINFOLAHTA TNI juga menekankan tentang pentingnya ketahanan digital. “Pertahanan saat ini bukan hanya sekedar tentang pertahanan teritori, namun juga sudah mencakup pertahanan di dunia digital, TNI juga turut berperan dalam mewujudkan ketahanan digital dengan memberikan rasa aman dari para pengguna internet dari segala bentuk ancaman,” terang Brijen TNI Iwan Sumantri.
Senada dengan Brigjen TNI Iwan Sumantri, Teguh Arifiadi, SH, MH selaku Plt. Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika, Kemenkominfo juga menerangkan bahwa kita semua harus bersama-sama berupaya untuk meningkatkan ketahanan digital. “Salah satu bentuk usaha untuk meningkatkan ketahanan digital dari Kemenkominfo yaitu adanya kewajiban pendaftaran PSE bagi setiap penyelenggara internet dan pencanangan RUU perlindungan data pribadi, hal ini merupakan salah satu tugas pemerintah khususnya Kemenkominfo untuk membentuk ketahanan digital yang aman bagi kita semua,” tutur Teguh Arifiadi.
Pada kesempatan yang sama Dra. Retno Artinah Suryandari, Direktur Keamanan Siber dan Sandi TIK, Media dan Transportasi, BSSN menerangkan bahwa di tahun ini tingkat kebocoran data semakin meningkat. “Tingkat kebocoran data saat ini semakin meningkat, oleh karena itu diperlukan peningkatan kesadaran di masyarakat akan bahaya kebocoran data serta peningkatan keamanan dan regulasi dari pemerintah,” jelas Dra. Retno Artinah Suryandari.
Sebagai informasi, kegiatan ID-RES ini digelar selama 2 hari pada tanggal 24-25 Agustus 2022 di Royal Ambarrukmo Yogyakarta dan terdiri dari konferensi yang diisi oleh para narasumber ahli dan expo yang diikuti oleh para pelaku UMKM serta berbagai lomba/kompetisi.
“ID-RES ini diisi oleh berbagai konferensi/talkshow dengan topik menarik terkait dunia digital seperti Meningkatkan Eksistensi Budaya Nusantara dalam Ekosistem Digital, Inovasi Teknologi dan Bisnis Digital, Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pengembangan Media Pembelajaran, Digital Marketing Tools, Perlindungan Data Pribadi, UMKM Go Digital dan lain-lain,” jelas Kepala Operator Registri PANDI, Dwi Widiastuti.
Selain itu, Dwi Widiastuti juga menjelaskan dalam ID-RES ini juga ada kegiatan menarik lainnya. “Selain konferensi/talkshow, pada acara ID-RES ini juga ada launching PANDI Institute, penjurian finalis lomba Hackhathon PANDI dan penampilan Stand Up Comedy dari komika ternama,” lanjut Dwi Widiastuti.
“Harapannya dengan adanya kegiatan ID-RES ini, kita semua dapat sama-sama mengembangkan dunia digital di Indonesia agar dapat memberikan lebih banyak manfaat positif bagi para penggunanya sehingga kedaulatan internet di Indonesia dapat bersama-sama kita raih,” tutup Dwi Widiastuti.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Retro Groove 2026 di Sleman hadirkan lagu 80-an dan aksi sosial. Kaset 80an jadi jembatan nostalgia lintas generasi.
Disiplin anak tanpa kekerasan menjadi fokus Parenting PAUD di Pekalongan. Orang tua diajak menerapkan pola asuh positif dan penuh kasih sayang.
Bahlil Lahadalia memastikan skema bagi hasil tambang ala migas batal diterapkan. Pemerintah menegaskan aturan minerba tetap berlaku tanpa perubahan.
BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami usai gempa M7,7 Mindanao Filipina. Sebanyak 20 gempa susulan tercatat hingga Senin siang.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp73.700 per kg. Simak daftar lengkap harga beras, bawang, telur, daging, gula, dan minyak goreng terbaru.
Donald Trump menegaskan Israel harus menerima kesepakatan nuklir AS-Iran jika tercapai, meski ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat.