Gusti Prabu Kembali Pimpin PMI DIY, Ini Fokus 5 Tahun ke Depan
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Ilustrasi./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA — Sebagai negara yang kaya dengan sumber daya alam, Indonesia memiliki potensi ekspor yang besar. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) pun akan terus mendukung program ekspor nasional melalui pembiayaan, penjaminan, asuransi ekspor dan jasa konsultasi.
Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI, Gerald S. Grisanto mengatakan LPEI atau Indonesia Eximbank akan menjalankan mandat dari UU No.2/2009 yang merupakan Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mendukung program ekspor nasional melalui pembiayaan, penjaminan, asuransi ekspor dan jasa konsultasi.
LPEI, lanjutnya, juga turut mendukung upaya Pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional melalui layanan finansial dan nonfinansial kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berorientasi ekspor. Hingga Agustus 2022, total UMKM yang mendapatkan penyaluran pembiayaan dari LPEI mencapai 224 pelaku usaha. "Kami berkomitmen meningkatkan kapasitas UMKM menembus pasar ekspor dengan layanan satu pintu mulai dari pelatihan, pendampingan, pembiayaan dan asuransi.
BACA JUGA: Kadin DIY Dorong Dunia Industri Terlibat Program Vokasi
Dengan seluruh layanan tersebut diharapkan para pelaku UMKM nasional bisa bersaing di pasar global," ujar Gerald melalui rilis, Jumat (9/9/2022).
Menurut Gerald, potensi ekspor dari Indonesia sangat tinggi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), total ekspor Indonesia tahun 2021 mencapai USD231,6 miliar, naik 41,92% dibandingkan periode yang sama pada 2020 sebesar US$163,2 miliar. Sementara itu, secara kumulatif Januari-Juli 2022, total ekspor Indonesia berhasil menembus US$166,7 miliar atau tumbuh 36,3% secara year on year.
Ketiga provinsi yang memberikan sumbangan terbesar terhadap ekspor nasional pada Januari-Juli 2022 adalah Jawa Barat [US$22,53 miliar atau setara 13,52 persen], Kalimantan Timur [US$19,67 miliar atau setara 11,80 persen] dan Jawa Timur (U$D14,86 miliar atau setara8,92 persen).
Komoditas utama yang paling banyak diekspor Kalimantan Timur selama Januari-Juli 2022 adalah bahan bakar mineral, diikuti oleh lemak dan minyak hewan/nabati, pupuk, bahan kimia anorganik serta aneka produk kimia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
SPPG Patalan 2 Bantul kembali dikaitkan dengan dugaan keracunan MBG. DPRD mendesak sanksi tegas bagi penanggung jawab jika ditemukan kelalaian.
Tips liburan saat cuaca panas agar tetap nyaman dan aman, mulai dari memilih pakaian hingga menjaga tubuh tetap terhidrasi.
nam Fraksi DPRD Kabupaten Magelang menyampaikan pandangan umum terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD perubahan Kabupaten Magelang tahun anggaran 2026
Meta meluncurkan Muse, agen AI pribadi yang mampu mengirim email, memesan perjalanan, dan menyelesaikan tugas secara mandiri.
DPRD DIY menilai ketahanan pangan harus diukur dari kesejahteraan petani, didukung irigasi, alat pertanian, pupuk, dan regenerasi petani.