Advertisement
Sektor Perhotelan Butuh 8,6 Juta Tenaga Kerja, Bagian F&B Paling Dicari
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja sektor perhotelan relatif stabil dan ada kecenderungan meningkat sepanjang 2022-2025.
Berdasarkan data Kemenaker, dibutuhkan lebih dari 8,6 juta tenaga kerja untuk sektor perhotelan di Indonesia yang didominasi bagian food and beverage (F&B) dari berbagai strata dengan peran dan tugasnya masing-masing.
Advertisement
Direktur Nusa International Hospitality Course (NIHC), Enny Karmin mengakui sumber daya manusia (SDM) menjadi kebutuhan penting yang menggerakkan bidang perhotelan dan pariwisata di tengah menggeliatnya industri hospitality di DIY setelah melandainya kasus pandemi Covid-19.
BACA JUGA: BPD DIY Terus Fokus Tingkatkan Layanan Digital
Untuk merespons kebutuhan SDM tersebut, kata dia, NIHC hadir di DIY untuk melahirkan tenaga kerja terampil di bidang "hospitality", pariwisata, dan perhotelan di Indonesia. "Murid yang telah mencapai tingkat keterampilan yang dipersyaratkan akan menerima sertifikat," ujar Enny.
Sebagai tempat kursus dan pelatihan, menurut dia, NIHC membuka dua program yang bisa dipilih dan diikuti selama 12 bulan, yakni Healthy and Sustainable Food and Beverage Product (F&B Products) dan Food and Beverage Service (F&B Service).
"Kami juga menghadirkan instruktur yang berpengalaman. Sebagian besar adalah lulusan master dan menjadi staf pengajar di hotel atau dosen senior di bidangnya," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Perbankan Dominasi Pengaduan Konsumen ke OJK DIY
- Dampak Perang, Bursa AS Anjlok Dipicu Lonjakan Harga Minyak
- Harga Minyak Melonjak, Defisit APBN 2026 Bisa Makin Lebar
- Penukaran Uang Baru di Stasiun Jogja Diserbu Penumpang KA
- Menkeu Purbaya Tegaskan Ekonomi Indonesia Tidak Menuju Resesi
- Lonjakan Penumpang Kereta di Jogja Capai 30 Persen Saat Lebaran 2026
- Harga Emas Antam Turun Rp24.000, UBS dan Galeri24 Ikut Melemah
Advertisement
Advertisement








