Advertisement

Produk UMKM di Klaten Kini Mejeng di Alfamart

Media Digital
Rabu, 02 November 2022 - 06:37 WIB
Jumali
Produk UMKM di Klaten Kini Mejeng di Alfamart Veronika Eko Kristienningrum (kiri) bersama Pedamping dan penggerak UMKM Kamajaya Kemudo Pdt. Lusia Pujiningtiyas (kanan) saat memamerkan manisan pepaya "Mugua" yang dipasarkan Alfamart, Selasa (1/11/2022) - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak

Advertisement

Harianjogja.com, KLATEN - Produk UMKM yang sudah memenuhi syarat legalitas bisa dipasarkan melalui perusahan ritel modern ternama, Alfamart. Saat ini banyak produk UMKM yang bisa masuk dan dipasarkan di Alfamart.

Salah satunya produk manisan pepaya "Mugua" yang diproduksi Veronika Eko Kristienningrum, warga Kemudo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Produk manisan milik perempuan yang tergabung dalam kelompok UMKM Kamajaya Kemudo ini mampu melewati serangkaian kurasi.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Kuncinya urus semua persyaratan, mulai legalitas, NIB (nomor induk berusaha), PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan sertifikasi halal. Setelah semua lengkap ikuti kurasi agar produk kita bisa dipasarkan di Alfamart," katanya saat ditemui di kediamannya, Selasa (1/11/2022).

Dia mengaku banyak kuntungan saat produk home industrinya bisa dipasarkan dijaringan Alfamart. Selain dapat dipastikan aman dan terjamin kualitasnya, produk miliknya dapat dikenal luas oleh khalayak. Dengan demikian maka keuntungan yang diperoleh bisa berkali lipat dari sebelumnya.

"Untuk sementara produk manisan pepaya Mugua ini baru menawarkan dua rasa, Original dan Mint. Ini manisan kering, tanpa pengawet. Untuk satu kemasan berisi 75gram dijual Rp8.200," katanya.

Awalnya, Veronika tidak menyangka manisan pepaya tersebut bisa dipasarkan di minimarket terkenal. Berawal saat ia iseng membuat manisan dari bahan baku pepaya, gula pasir dan perasa. Manisan itu ia bawa ke sekolah TK di mana anaknya belajar.

"Iya waktu itu sekitae tahun 2019 lagi iseng, di rumah ada pohon pepaya. Bagaimana saat mateng tidak dibuang tetapi jadi duit. Saya belajar otodidak jadilah manisan pepaya," ceritanya.

Saat pertama kali membuat manisan, Vero hanya bermodal kurang dari Rp100.000 untuk menghasilkan sekitar 1kg manisan. Manisan tersebut kemudian dikemas, dijadikan 10-15 bungkus. Saat produknya lolos kurasi dan dipasarkan di Alfamart, Vero pun menambah modal.

Advertisement

"Saya pasok ke Alfamart sebanyak 350 bungkus dan dipasarkan di 50 outlet Alfamart di wilayah Klaten dengan kemasan standing port. Ya hasil (keuntungan) nya sangat membantu saya," katanya.

Untuk bahan baku, Vero memanfaatkan empat pohon pepaya yang ditanam di pekarangan rumah. Jika banyak pesanan, Vero juga membeli bahan dari tetangga yang memiliki pohon pepaya. "Saat lebaran banyak pesanan. Jadi saya juga menyediakan kemasan botol 175 gram Rp19.000, biasanya untuk pemeran juga," katanya.

Pendamping dan penggerak UMKM Kamajaya Kemudo Pdt. Lusia Pujiningtiyas MPdK mengatakan sejak terbentuk 2019 lalu ada 30 pelaku UMKM yang tergabung. Mereka memproduksi berbagai produk. Mulai manisan, rambak, intip, peyek, jamu, teh herbal dan kripik jamur.

Advertisement

"Kami dorong semua pelaku UMKM untuk mengurus legalitasnya. Mulai NIB, PIRT dan sertitikat halal. Mereka harus berani tampil dan optimis. Produk UMKM bisa masuk ke Alfamart selain menjadi prestise dan berkontribusi ke daerah, menjadi kebanggan dan jadi terkenal," kata Dosen STT Nazarene Indonesia Yogyakarta ini.

Pendeta GPdI Kemudo Prambanan Klaten ini juga tidak henti-hentinya memperkenalkan produk UMKM Kamajaya Kemudo dalam berbagai even, termasuk ke Alfamart. "Saya tanamkan agar pelaku UMKM untuk berani tampil agar banyak dikenal masyatakat, tidak perlu memikirkan keuntungan lebih dulu," katanya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Tiga Bansos di Gunungkidul Cair Bersamaan untuk Puluhan Ribu Orang

Gunungkidul
| Kamis, 01 Desember 2022, 23:27 WIB

Advertisement

alt

Punya 100 Gerbong, Kereta Api Ini Mampu Meliuk di Pegunungan Alpen

Wisata
| Kamis, 01 Desember 2022, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement