Advertisement

Mahasiswa UGM Didorong Jadi Investor Muda

Media Digital
Jum'at, 18 November 2022 - 21:07 WIB
Budi Cahyana
Mahasiswa UGM Didorong Jadi Investor Muda Anggota Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi (baju biru) saat berada dalam acara Launching Gamasteps: Investor Muda, Bisa! di Ghra Saba Pramana UGM, Jumat (18/11/2022). - Ist

Advertisement

JOGJA—Generasi muda didorong memahami literasi dan inklusi keuangan. Meski sudah banyak anak muda menggunakan produk keuangan, masih sedikit yang memahami fungsinya.

Anggota Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi saat menjadi keynote speaker pada Launching Gamasteps: Investor Muda, Bisa! mengatakan kasus ratusan mahasiswa yang tertimpa pinjaman online di salah satu PNT menunjukkan betapa pemahaman terkait literasi dan inklusi keuangan di kalangan mahasiswa penting dilakukan. 

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Di salah satu PTN tesebut ada 126 mahasiswanya yang terjerat pinjol ilegal dengan kerugian miliaran rupiah. Oleh karenanya, kegiatan ini saya nilai penting agar kalangan mahasiswa memahami apa itu literasi keuangan dan inklusi keuangan," katanya di Ghra Saba Pramana UGM, Jumat (18/11/2022).

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber andal. Masing-masing Head Of Retail and Digital Distribution Channel PT Danareksa Investment Management Bagus Setyawan dan Consumer Banking Head Regional Officer Yogyakarta PT Bank BRI Muhammad Bayu Pancakusuma.

Literasi keuangan merupakan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang bermanfaat dan terjangkau dalam memenuhi kebutuhan masyarakat maupun usahanya dalam hal ini transaksi, pembayaran, tabungan, kredit dan asuransi yang digunakan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Adapun inklusi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan, yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan.

Seusai dengan kewenangan OJK dalam Undang-Undang No.21/2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan disebutkan OJK adalah lembaga yang bertugas untuk mengatur, mengawasi sektor jasa keuangan serta melindungi konsumen. Perlindungan konsumen, katanya menjadi konsentrasi utama OJK. Salah satunya dengan memberikan edukasi kepada masyarakat. "Banyak bentuk penipuan keuangan berbentuk investasi. Mereka menawarkan sukses secara instan," katanya.

Total kerugian dana dari investasi bodong hingga Oktober lalu nilainya mencapai Rp117 triliun. Lebih dari 5000 kantor yang menawarkan  investasi ilegal ditutup oleh OJK dan instansi lainnya.  OJK juga menerima 53.000 aduan terkait dengan pinjaman online. Ia meminta agar mahasiswa berhati-hari terhadap penawaran sesuatu yang bersifat cepat dan mudah.

Rektor UGM Prof Ova Emilia mengatakan kegiatan tersebut dihadiri mahasiswa secara khusus untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa terkait dengan tugas dan fungsi OJK dan memahami produk investasi yang selaras dan sesuai dengan kebutuhan. "Termasuk menghindari risikonya. Mahasiswa harus terampil mengelola keuangan dan membangun kewaspadaan terhadap investasi yang akan dipilih," katanya. (***)

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Longsor di Jalur Wonosari-Jogja Belum Mengganggu Pengiriman Logistik

Jogja
| Selasa, 29 November 2022, 00:07 WIB

Advertisement

alt

Sajian Musik Etnik Dihadirkan Demi Hidupkan Wisata Budaya Kotagede

Wisata
| Senin, 28 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement