Advertisement

Kabar Buruk dari IMF, Sri Mulyani: Ekonomi Global 2023 Suram!

Feni Freycinetia Fitriani
Selasa, 03 Januari 2023 - 16:27 WIB
Arief Junianto
Kabar Buruk dari IMF, Sri Mulyani: Ekonomi Global 2023 Suram! Menkeu Sri Mulyani menjabarkan kondisi ekonomi Indonesia dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (3/1 - 2022). Dok. Youtube Kemenkeu RI.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Menteri Keuangan, Sri Mulyani membawa kabar buruk dari Dana Moneter Internasional (IMF). Pasalnya, IMF menyebutkan ekonomi global hanya tumbuh 2,7% pada 2023.

Menurutnya, kenaikan dan gejolak geopolitik yang terjadi saat ini akan menggerus sisi permintaan dan menyebabkan pertumbuhan ekonomi global terus direvisi ke bawah.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Kami lihat pada 2022 ini, revisinya berapa kali dilakukan [IMF]. Growth 2022 oleh IMF prediksi 4,4 persen, direvisi menjadi 3,6 persen; 3,2 persen," kata dia saat konferensi pers APBN Kita, Selasa (3/1/2022).

Dia menuturkan hal yang dilakukan IMF pada 2023. Menurut Sri Mulyani, IMF juga masih hati-hati dalam menetapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Terbaru, IMF meramal perekonomian dunia hanya akan tumbuh 2,7% pada 2023. "Ini revisi yang cukup tajam. Padahal, awalnya pada 2023 ekonomi dunia diprediksi tumbuh 3,8 persen, kemudian revisi 3,6 persen; 2,9 persen; hingga jadi 2,7 persen," jelasnya.

BACA JUGA: Sri Mulyani Terbitkan Aturan Baru untuk Eksportir, Berlaku 1 Januari 2023

Sri Mulyani mengatakan ke depan tantangan ekonomi akan mirip dengan 2022, dengan perlemahan ekonomi yang dalam hal ini mulai terjadi secara nyata di berbagai belahan dunia.

Dia mengungkapkan IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi di AS hanya 1,6%. Menurutnya, akan ada pertumbuhan negatif atau negative growth pada beberapa kuartal di 2023.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengingatkan Eropa mengalami penurunan yang sangat dramatis, yaitu dari 5,1% pada 2021, 3,1% pada 2022, dan tahun depan hanya 0,5% atau bahkan masuk resesi.

"China melakukan pembukaan kegiatan masyarakat 2022 sangat berat. Pertumbuhan hanya 3,2 persen tahun depa lebih baik sedikit," kata Sri Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Warga Sleman Kini Bisa Buat KK dan Akta di Kalurahan

Sleman
| Selasa, 31 Januari 2023, 22:27 WIB

Advertisement

alt

Cacing-cacing di Terowongan Terbengkalai Ini Memancarkan Cahaya Biru di Malam Hari

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 11:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement