Zero ODOL 2027 Diburu Waktu, Anggaran Kurang Rp92 Miliar
Pemerintah menargetkan Zero ODOL berlaku pada 2027, namun masih menghadapi kekurangan anggaran Rp92,9 miliar dan tantangan distribusi logistik nasional.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kondisi sosial yang mendorong atau naiknya angka kemiskinan di Indonesia pada September 2022. Di antaranya adalah penyesuaian harga bahan bakar minyak dan kenaikan harga pangan.
Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dan kenaikan harga komoditas pangan, seperti beras, terbukti menekan daya beli masyarakat yang berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan.
“Dengan melihat kenaikan garis kemiskinan dan faktor-faktor, bagaiman respons pemerintah menghadapi kenaikan BBM dengan memberikan skema bantuan sosial, maka kenaikan harga BBM diiringi dengan meningkatnya kemiskinan,” kata Kepala BPS Margo Yuwono, Senin (16/1/2023).
Keputusan pemerintah dalam menaikan harga BBM pada September 2022 mendorong kenaikan harga komoditas pangan dan nonpangan yang dikonsumsi penduduk miskin, seperti beras, telur ayam, cabai merah, BBM, hingga biaya kontrak rumah.
BACA JUGA: BPS Kini Deteksi Jumlah Kunjungan Wisatawan lewat Ponsel Warga
Margo menyampaikan perkembangan harga komoditas pangan pada periode Maret-September 2022 meningkat, yaitu naik 1,46%; gula pasir naik 2,35%: tepung terigu meningkat 13,97%; dan cabai meningkat 42,60%.
Meskipun beras mengalami kenaikan yang cukup kecil, tetapi andilnya terhadap komoditas sangat besar dan berpengaruh terhadap harga yang dibeli penduduk miskin.
Selain itu, kenaikan Pertalite meningkat 30,72%; kemudian Solar meningkat 32,04%; dan Pertamax naik 16%.
Adapun, kontrak rumah meningkat 0,97% dan elpiji ukuran 3 kilogram naik 1,58%. “Jadi penyesuian harga BBM itu berdampak kepada kenaikan harga-harga yang harus dibayar oleh kelompok penduduk miskin dan ini berpengaruh pada daya beli untuk penduduk miskin,” jelasnya.
Akibat kenaikan beberapa komoditas tersebut, jelas Margo, menyebabkan garis kemiskinan di September ini meningkat 5,95%.
Dari besarannya, garis kemiskinan sebesar Rp535.547 per kapita per bulan, itu lebih tinggi dari Maret 2022, yang saat itu sebesar Rp505.469.
Dengan demikian, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada periode September 2022 naik 200.000 jiwa menjadi 26,36 juta jiwa, bila dibandingkan dengan Maret 2022.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pemerintah menargetkan Zero ODOL berlaku pada 2027, namun masih menghadapi kekurangan anggaran Rp92,9 miliar dan tantangan distribusi logistik nasional.
Port USB-C HP rusak? Kenali penyebab, cara mengecek, biaya perbaikan, hingga kapan komponen tersebut perlu diganti agar tidak salah mengambil keputusan.
DPRD Bantul mendorong pelajar bijak bermedia sosial sekaligus produktif di ruang digital. Program kecakapan digital menyasar hampir 20 sekolah.
Riset World Giving Report 2026 mengungkap Rumania menjadi salah satu negara paling dermawan di Uni Eropa. Simak temuan CAF soal donasi masyarakat Eropa.
Budaya lokal dinilai bisa menjadi pembeda kuat di tengah tren wisata dan pengalaman yang semakin seragam. Namun, agar mampu menarik perhatian generasi saat ini,
Fenomena lava fountain di Gunung Anak Krakatau muncul akibat tekanan gas tinggi dalam magma. Simak penjelasan ilmiah, proses terbentuk, dan dampaknya.