Kolaborasi Donati-SoulCha di GPFE 2026 Jogja, Pameran Jadi Lebih Hidup
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Ilustrasi pelayanan di PT Pos Indonesia belum lama ini./Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, JOGJA—Dua perusahaan jasa ekspedisi dan layanan pos, Lion Parcel (PT. Lion Express) dan PT Pos Indonesia, berkolaborasi untuk memperkuat layanan pengiriman logistik di seluruh Indonesia.
Chief Sales Officer Lion Parcel, Arif Wibowo mengatakan Pos Indonesia mempercayakan Lion Parcel dalam pendistribusian paket (middle mile) domestik ke seluruh area di Indonesia. Hal itu merupakan bentuk kerja sama sekaligus kepercayaan yang diberikan oleh salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tertua di Indonesia, dalam pendistribusian paketnya secara nasional.
"Lewat kuatnya infrastruktur dan tingginya aksesibilitas domestik Lion Parcel, pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh sebagai langkah mengoptimalkan efisiensi dan percepatan proses pengiriman barang Pos Indonesia dari satu daerah ke daerah lainnya," kata Arif melalui rilisnya, Sabtu (17/2/2023).
Dia mengatakan, Lion Parcel menyediakan layanan first, middle, hingga last mile baik untuk pengiriman domestik maupun internasional. Adapun pengiriman first mile merupakan proses di mana pengirim menyerahkan paketnya ke pihak logistik. Pengiriman middle mile merupakan proses pendistribusian yang dilakukan pihak logistik dari hub area pengirim ke hub area penerima, dan last mile adalah proses yang dilakukan pihak logistik untuk mengirim dan menyerahkan paket ke penerima.
Baca juga: Long Weekend Tiba, Ini 4 Wisata Anti-mainstream di Jogja
"Dengan bekerja sama dengan Lion Parcel, proses pengiriman barang Pos Indonesia diharapkan dapat menjadi lebih cepat dan efisien karena memaksimalkan penggunaan seluruh armada di infrastruktur Lion Group seperti Lion Air, Batik Air, Wings Air, dan Super Air Jet,” tambah Arif.
Selain infrastruktur pengiriman lewat udara, Lion Parcel juga memiliki lebih dari 3.000 armada pengantaran darat, beserta lebih dari 7.000 agen dan lebih dari 15.000 kurir pengantaran di dalam jaringannya. Seluruhnya terintegrasi dan memungkinkan Lion Parcel dalam menjangkau ke 98% area di Indonesia serta 41 negara internasional yang tersebar di 5 benua dengan lebih cepat.
"Kami berharap adanya kolaborasi ini akan menjadi awal yang baik bagi kami di awal tahun 2023 serta inovasi yang berkelanjutan dan kerja sama dengan para pemangku kepentingan dapat terus terjalin dengan baik," harap Arif.
Direktur Operasi dan Digital Services Pos Indonesia, Hariadi mengatakan kerjasama Pos Indonesia dengan salah satu perusahaan logistik tepercaya di Tanah Air, Lion Parcel, akan mempercepat proses distribusi pos dan diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih efektif dan efisien bagi pelanggan Pos Indonesia.
Jangkauan distribusi barang akan semakin jauh dan meluas, katanya, akan berpengaruh pada pemenuhan permintaan layanan logistik para pengguna jasa. "Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka banyak peluang untuk berkembang demi percepatan proses distribusi di Indonesia. Kolaborasi ini juga merupakan salah satu wujud dari dukungan Lion Parcel terhadap peningkatan pergerakan logistik di Indonesia," harap Hariadi.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap fitur mobil yang jarang digunakan. Bluetooth justru menjadi teknologi yang paling sering dipakai.
Acer Medical melihat Indonesia sebagai pasar potensial teknologi kesehatan AI untuk memperluas akses layanan, terutama di wilayah terpencil.
Pemkot Jogja memperkuat kewaspadaan warga melalui pos kamling sekaligus mendorong gotong royong, UMKM, dan pengelolaan sampah.
DMI menyerukan umat Islam menggelar shalat Istisqa hingga awal September di tengah kemarau panjang, kekeringan, dan karhutla.
Kebakaran Kampung Adat Sade merusak 89 rumah. LHSS meminta mitigasi dan perlindungan kawasan warisan budaya NTB dievaluasi.