Advertisement

Ambarrukmo Group Luncurkan Buku Kelana Lidah Jawa, Eksplorasi Kuliner lewat Rasa dan Sastra

Anisatul Umah
Kamis, 20 Juli 2023 - 22:17 WIB
Maya Herawati
Ambarrukmo Group Luncurkan Buku Kelana Lidah Jawa,  Eksplorasi Kuliner lewat Rasa dan Sastra Penulis buku Kelana Lidah Jawa, Laire Siwi Mentari dan Managing Director Ambarrukmo, Haris Susanto dalam peluncuran buku Kelana Lidah Jawa di Royal Garden, Hotel Royal Ambarrukmo, Kamis (20/7/2023). - Harian Jogja - Anisatul Umah

Advertisement

JOGJA— Ambarrukmo Group menggelar peluncuran buku Kelana Lidah Jawa sekaligus Talkshow Ramu Rasa Aksara di Royal Garden, Hotel Royal Ambarrukmo, Kamis (20/7/2023). Sebuah buku kuliner yang memadukan karya kuliner dan sastra dalam satu narasi menarik dan otentik.

Buku ini dikolaborasikan dengan penulis sekaligus seorang chef berpengalaman, Laire Siwi Mentari. Ini menjadi salah satu upaya dan langkah pertama dari Ambarrukmo Group dalam mengarsipkan kuliner.

Managing Director Ambarrukmo, Haris Susanto mengatakan kuliner merupakan salah satu mahakarya atau identitas budaya yang dapat mewakili masyarakat. Ia percaya bahwa pengetahuan akan kuliner tradisional bukanlah hal yang kuno.

"Pengetahuan kuliner adalah sesuatu yang harus dihargai dan dipelihara. Itulah yang menjadi semangat kami dalam menciptakan Kelana Lidah Jawa," ucapnya.

BACA JUGA: Tak Cuma SPBU, Kafe dan Kos Eksklusif Juga Ditutup karena Langgar Aturan Tanah Kas Desa

Advertisement


Penulis buku Kelana Lidah Jawa, Laire Siwi Mentari menyampaikan kuliner yang diangkat dalam buku ini mencakup masakan khas Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Berfokus pada masakan yang populer dan unik sehingga akan mendatangkan kesan dekat serta familiar untuk para pembacanya.

Resep di dalam buku ini juga telah teruji, sehingga pembaca dapat menikmati hidangan otentik dari dapur secara mandiri. Buku ini merupakan perpaduan dari kecintaannya pada kuliner dan sastra.

"Saya berharap buku ini dapat menjadi bacaan yang tidak hanya menyodorkan informasi dasar yang keras dan hambar, tetapi juga dilengkapi dengan bumbu narasi dan imajinasi," paparnya.

Melalui buku ini dia juga ingin mengenalkan kepada anak muda untuk bisa mengenal kembali salah satu peninggalan budaya makanan Jawa. Dia berharap buku ini bisa dinikmati banyak orang dan menjadi acuan jika ingin mendalami dunia kuliner.

"Setiap saya menulis, saya mulai dari hal yang paling saya ketahui dan familiar. Saya paling familiar dengan masakan-masakan Jawa karena dari latar belakang keluarga saya. Sejarah saya kecil sempat tinggal di Jawa Tengah sekian lama," kenangnya.

Reviewer Buku, Dosen di Departemen Antropologi Universitas Padjadjaran Bandung, pengajar Mata Kuliah Makanan dan Kebudayaan, Hardian Eko Nurseto menyampaikan buku fiksi karya Laire Siwi Mentari berhasil memaparkan makanan sebagai sebuah akulturasi, inovasi teknologi, dan lainnya.

Bab pertama dibuka dengan sebuah kisah cinta yang berakhir dengan pernikahan. Pernikahan antara dua kebudayaan Tionghoa dan Jawa, yang pada akhirnya menghasilkan perpaduan lumpia.

"Kedua di Selat Solo dia juga memperlihatkan bagaimana sebuah pernikahan dan nostalgia anak terkait dengan ayahnya yang keturunan Belanda dan Ibunya Solo. Mereka berbaur dan muncullah Selat Solo. Dia memaparkan bagaimana makanan gak hanya hadir begitu saja," ungkapnya. (BC)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Beli Tiket KA Bandara YIA-Stasiun Tugu Jogja, Cek Caranya di Sini

Jogja
| Jum'at, 29 September 2023, 01:27 WIB

Advertisement

alt

Di Coober Pedy, Penduduk Tinggal dan Beribadah di Bawah Tanah

Wisata
| Kamis, 28 September 2023, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement