Advertisement
OJk DIY Terima 84 Aduan Investasi dan Pinjol Ilegal selama 6 Bulan
Ilustrasi pinjol / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY menerima ratusan aduan peride Januari-Juni 2023, baik melalui surat, Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), atau datang langsung ke kantor OJK (walk in). Salah satu aduan soal pinjaman online atau pinjol ilegal.
Kepala OJK DIY, Parjiman mengatakan dari Januari sampai Juni 2023 ada 475 pengaduan konsumen secara walk in. Terdiri dari 145 pengaduan sektor perbankan, 133 pengaduan sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB), 2 pengaduan merupakan pengaduan sektor pasar modal dan sisanya merupakan pengaduan non Lembaga Jasa Keuangan (LJK).
Advertisement
"Adapun dari total pengaduan konsumen secara walk in termasuk di dalamnya terdapat 84 pengaduan konsumen terkait investasi ilegal dan pinjaman online ilegal," ucapnya, Kamis (20/7/2023).
Pengaduan konsumen melalui surat dan APPK hingga Juni 2023 sebanyak 148 aduan. Dari aduan melalui surat dan APPK sebanyak 117 merupakan pengaduan sektor perbankan, 23 merupakan pengaduan sektor IKNB, dan sisanya merupakan pengaduan di LJK lainnya, serta non LJK.
"Sampai 16 April 2022, tercatat sebanyak 557 pengaduan yang dilayani melalui call center OJK DIY. Dari Januari hingga Juni 2023, OJK DIY telah melayani permintaan informasi debitur SLIK sebanyak 2.213 permintaan," jelasnya.
Lebih lanjut Parjiman mengatakan dalam rangka mendukung program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terkait Ekosistem Keuangan Inklusif di Wilayah Perdesaan, OJK DIY menyelenggarakan kegiatan pemetaan kepemilikan produk/layanan keuangan di Desa Wisata Widosari, Kalurahan Ngargosari, Samigaluh, Kulonprogo.
"OJK DIY dan TPAKD DIY telah menetapkan Desa Wisata Widosari sebagai pilot project Desa Implementasi Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa Implementasi EKI)," paparnya.
Sepanjang 2023, OJK DIY telah melaksanakan 40 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 3.895 orang peserta di wilayah DIY maupun wilayah lainnya di Indonesia. "OJK DIY juga terus mendukung program literasi dan inklusi keuangan secara masif dalam rangka pencapaian target literasi dan inklusi keuangan nasional, baik melalui secara offline dan online lewat Learning Management System (LMS) serta media sosial," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Pemerintah Tanggung PPh 21 Pekerja 5 Sektor Padat Karya 2026
- Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar, tapi Produksi Anjlok
- Penjualan Tiket KAI Tembus 4 Juta pada Arus Balik Nataru
- GIPI DIY: Nataru Ramai, Lama Tinggal Wisatawan Masih Jadi PR
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BI Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh hingga 5,7 Persen
- Harga Emas Hari Ini 7 Januari 2026, UBS dan Galeri24 Melonjak
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Ekonomi Vietnam Tumbuh 8,02 Persen pada 2025, Tertinggi 3 Tahun
- Konsumsi Dex Series di Jateng-DIY Naik 35,6 Persen Saat Nataru 2026
- Libur Nataru, Konsumsi Listrik di DIY Meningkat 16 Persen
- 75 Persen Tiket Nataru Dibeli Lewat Access by KAI
Advertisement
Advertisement





