Advertisement
Pembiayaan Mobil Bekas Naik, Bagaimana dengan Penjualan Mobil Baru?

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Adira Finance menyebut pembiayaan mobil bekas meningkat seiring dengan meningkatnya penjualan mobil baru. Hal tersebut disampaikan oleh Sales Head Adira Finance Jogja I, Damas Priatmoko.
Menurutnya dibandingkan pandemi Covid-19 dua tahun lalu pengajuan pembiayaan mobil bekas tahun ini sudah jauh lebih baik. Di aplikasi pengajuan sudah mencapai 50-an unit meski masih harus disaring lagi. Dalam pameran bertajuk SOBAT Expo di Atrium Jogja City Mall (JCM) 11-17 September 2023 lalu juga target pembiayaannya juga tercapai, yakni 10 unit mobil bekas.
BACA JUGA: Selain TPA Putri Cempo, Kebakaran juga Melanda TPA Jatibarang Semarang
"Tentunya [pembiayaan mobil bekas] lebih baik dibandingkan pandemi. Pengajuan mobil bekas sesuai target. Saat sekarang sudah lumayan, aplikasi pengajuan bisa sampai 50 pengajuan, tetapi masih disaring, tidak semua bisa masuk. Target kredit 10 mobil bekas [dalam pameran] dan tercapai," ucapnya, Selasa (19/9/2023).
Tidak hanya mobil bekas, saat ini pengajuan pembiayaan mobil baru juga cukup banyak. Kondisi ini berbeda dengan saat pandemi Covid-19 di mana untuk mendapatkan pengajuan satu unit saja susah sebab ekonomi sedang terpuruk.
"Berbanding lurus dengan pengajuan baru dan bekas. Pasti ada korelasinya, positif antara penjualan motor baru dan bekas, dan juga sama untuk mobil. Semakin banyak penjualan mobil baru, berarti stok di bekasnya juga semakin banyak, seperti itu korelasinya," kata Damas.
Sampai dengan akhir tahun ini diperkirakan pembiayaan pada mobil bekas masih akan bagus. Sebab berakhirnya pandemi membuat pariwisata di Jogjakarta semakin membaik. Di mana kebangkitan wisata menjadi salah satu parameter bangkitnya ekonomi Jogja.
Advertisement
"Jogja parameter ekonominya ada di mahasiswa dan pariwisata, dua item itu yang menggerakkan ekonomi Jogjakarta. Masih tumbuh head to head dengan kemarin masih pandemi dan sekarang sudah berangsur pulih, meski belum pulih sepenuhnya," jelasnya.
BACA JUGA: Wuling Akan Luncurkan Beragam Varian Mobil Listrik di Indonesia
Sebelumnya, melansir dari JIBI/Bisnis.com, sejumlah perusahaan multifinance atau leasing mencatatkan peningkatan pembiayaan mobil bekas pada semester I/2023. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat. Saat bersamaan, pertumbuhan penjualan mobil baru juga turut meningkat.
PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) misalnya mencatatkan peningkatan 20% pembiayaan mobil bekas menjadi sekitar Rp1,65 triliun pada semester I/2023. Pada periode yang sama pada tahun sebelumnya CFIN mencatatkan pembiayaan mobil bekas yakni Rp1,38 triliun.
"Pertumbuhan mobil bekas sejalan penjualan mobil baru. Jika penjualan mobil baru meningkat mobil bekas juga akan tumbuh seiring dengan ketersediaan stok kendaraan," kata Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo.
Di sisi lain, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance mencatatkan pembiayaan mobil bekas sebanyak Rp2,6 triliun pada semester I/2023 Angka tersebut naik 26 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Chief Financial Officer (CFO) Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan pihaknya masih optimis terhadap pertumbuhan bisnis mobil bekas, meskipun banyak bermunculan tipe dan varian mobil baru yang menarik. Menurutnya mobil baru yang diluncurkan umumnya harganya pun naik cukup tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Berikut Dampak Kebijakan Trump Terhadap Harga Emas dan Nilai Tukar Rupiah Menurut Pakar
- Pengamat: Rupiah Melemah Karena Perang Dagang AS
- Arus Balik, KAI Daop 6 Yogyakarta Berangkatkan 28.319 Pelanggan
- Neraca Perdagangan Indonesia Surplus, Tapi Kini Terancam Kebijakan Tarif Donald Trump
- Donald Trump Berlakukan Tarif Timbal Balik di Hari Pembebasan
Advertisement

Pembangunan Taman Budaya Sleman Terhambat Pemangkasan Anggaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Perdana Menteri Kanada Sebut Kebijakan Tarif Trump Bakal Ubah Fundamental Perdagangan Global
- Kebijakan Tarif Donald Trump Bisa Memicu Resesi Ekonomi di Indonesia
- Neraca Perdagangan Indonesia Surplus, Tapi Kini Terancam Kebijakan Tarif Donald Trump
- IHSG Sempat Anjlok, BEI DIY Sebut Tak Turunkan Minat Investasi
- Jaga Stabilitas Harga, Disperindag DIY Gelar Pasar Murah 6 Kali Selama Ramadan 2025
- Okupansi Hotel Turun 20 Persen Saat Libur Lebaran 2025, PHRI DIY: Daya Beli Masyarakat Menurun Penyebabnya
- Alasan Donald Trump Terapkan Kebijakan Tarif Timbal Balik
Advertisement
Advertisement