Spesifikasi Xiaomi 13T Semi Flagship, Smartphone Cocok untuk Phone Photographer
Xiaomi merilis ponsel cerdas semi flagship Xiaomi 13T dengan lensa Leica, yang menyasar juru foto atau fotografer pengguna smartphone.
Ilustrasi warga mengecek pergerakan mata uang kripto melalui ponselnya./Harian Jogja-Arief Junianto
Harianjogja.com, JAKARTA—Pamor investasi kekinian, Non-fungible Token (NFT) dan koin kripto diklaim terus meredup.
Dikutip dari Business Insider, hanya dua tahun setelah puncak euforia NFT, koleksi digital ini sudah tidak ada harganya.
Diketahui, sudah lebih dari 73.000 koleksi NFT yang sudah memiliki nilai 0 ETH atau gratis. Mirisnya, koleksi tersebut mencapai 95% dari keseluruhan koleksi yang ada di pasar.
Lebih lanjut, koleksi termahal di dunia dapat dibanderol hingga harga US$91,8 juta (sekitar Rp1,4 triliun) pada masanya. Namun, kini harga NFT yang paling mahal hanya berkisar US$5 (sekitar Rp76.000) hingga US$100 (sekitar Rp1,5 juta).
Senada, uang kripto juga tengah mengalami penurunan nilai. Dikutip dari Investing, penurunan nilai kripto tersebut lantaran Bank Sentral Amerika, Federal Reserve (The Fed) kini tengah menaikkan suku bunga.
Sebaliknya, model investasi lainnya, yakni Metaverse yang pernah hilang dari pembicaraan justru tengah mengalami perkembangan, terutama setelah kecerdasan buatan (AI) masif diperbincangkan.
BACA JUGA: OPINI: Masa Depan Bisnis NFT
Terkait dengan hal itu, ICT Institute meminta masyarakat berhati-hati saat berinvestasi di dalam bisnis tersebut, khususnya NFT dan kripto.
Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan kewaspadaan harus dilakukan karena banyak produk investasi baru yang hanya berasal dari euforia semata.
“Intinya dengan perkembangan digital, dengan investasi kekinian digital, masyarakat harus mempelajari lebih dalam apa yang menjadi layanan yang diberikan,” ujar Heru, Jumat (22/9).
Heru mengatakan kewaspadaan ini tidak hanya berlaku pada NFT, tetapi juga teknologi terbaru lainnya seperti Metaverse dan koin kripto. Pasalnya, ketiga produk investasi baru ini memiliki model bisnis yang sama.
Menurut Heru, di dalam ketiga jenis model bisnis tersebut ada “permainan” yang membuat produk yang sebenarnya tidak memiliki nilai menjadi sangat bernilai.
“Ini bikin orang jadi banyak membuat hal tersebut, tetapi kan ternyata nilainya sebenarnya tidak ada,” ujar Heru.
Heru mengimbau masyarakat juga jangan terpengaruh dari endorse ataupun konten yang dibuat para influencer ataupun selebgram.
Menurut Heru, hal ini dikarenakan barang-barang yang dipromosikan oleh para public figure belum memiliki kejelasan hingga saat ini.
“Ada pihak-pihak yang meng-endorse orang atau mengajak orang bermain kripto,tetapi potensi kecurangan, potensi uang hilang, kemudian juga potensi pemiliknya kabur itu cukup besar,” ujar Heru.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Xiaomi merilis ponsel cerdas semi flagship Xiaomi 13T dengan lensa Leica, yang menyasar juru foto atau fotografer pengguna smartphone.
KSP Dudung ungkap dugaan jual beli dapur MBG jadi alasan pencopotan Kepala BGN. Presiden ingin program bebas penyimpangan.
Pemerintah pastikan pajak UMKM tidak naik. Tarif 0% hingga 0,5% kini berlaku permanen untuk memberi kepastian usaha.
Fenomena api misterius di Seyegan Sleman sudah muncul 87 kali dalam 12 hari. Api membakar perabot hingga mulai merembet ke area lain.
Pembangunan Taman Budaya Bantul didanai melalui Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan alokasi anggaran sebesar Rp19,8 miliar
Petugas haji 2027 wajib ikut diklat barak. Pemerintah juga bentuk Daker Armuzna demi pelayanan dan keselamatan jamaah.