InfraNexia Jadi Pilar Utama Bisnis Wholesale Connectivity
Pengalihan aset dan bisnis senilai total Rp85,7 triliun memperkuat InfraNexia dalam mengembangkan lebih dari 90% aset jaringan Telkom
The 1O1 Yogyakarta Tugu menggelar sharing session bertajuk "Batik Walk & Talk" pada Sabtu (28/10/2023). /Harian Jogja-Lajeng Padmaratri.
Harianjogja.com, JOGJA—Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Hotel The 1O1 Yogyakarta Tugu menggelar sharing session bertajuk "Batik Walk & Talk" pada Sabtu (28/10/2023). Dalam kesempatan ini, generasi muda diajak meningkatkan pemahaman tentang batik sebagai salah satu warisan budaya.
Diskusi yang dilangsungkan di Pink Elephant Lounge The 1O1 Yogyakarta Tugu ini menghadirkan Ketua III Paguyuban Pecinta Batik Indonesia (PPBI) Sekar Jagad, Afif Syakur serta pengusaha muda batik, Karina Rima Melati. Tak hanya diskusi, acara ini juga dilengkapi dengan pagelaran busana bekerja sama dengan Suryadinata Batik.
Dalam sesinya, Afif yang juga perajin batik dan pendiri Apip's Batik mengajak generasi muda untuk ikut melestarikan batik. "Anak-anak muda perlu menciptakan batik-batik baru. Kita butuh empu-empu baru yang menciptakan batik dengan cerita-cerita baru. Kalau kita nggak menceritakan batik itu, maka akan diceritakan oleh orang lain," ujar perajin batik asal Pekalongan ini.
BACA JUGA : Tumbuh Bersama THE 1O1 Yogyakarta Tugu dalam 9row with THE 1O1
Menurutnya, batik bukan hanya selembar kain bermotif unik, melainkan sebuah perwujudan proses dan perjalanan. Filosofi dari batik itu juga menjadi bagian terpenting dari sebuah batik.
Ia juga menyoroti masih minimnya edukasi tentang perbedaan antara batik dengan tekstil motif batik. Ia berharap kesadaran tentang pemahaman batik semakin meningkat di kalangan generasi muda.
"Saya tidak melarang penggunaan tekstil motif batik, tetapi setidaknya tahu dan sadar penempatan dan penggunaannya. Karena kalau kita tidak menyadari dan tidak menjaga, ya siapa lagi," kata Afif.
Karina Rima Melati bercerita mengenai kepeduliannya tentang industri batik dan kaitannya dengan pelestarian lingkungan. Jika bicara bahwa batik adalah sebuah proses, maka salah satu prosesnya ternyata masih bersinggungan dengan problem limbah.
"Ternyata masih banyak industri batik rumahan yang menghasilkan limbah yang merusak lingkungan. Batik adalah identitas bangsa, kebanggaan nasional, tetapi dari sisi lingkungan kita masih ada problem," ujar Co-Founder Batik Plus ini.
Karina menuturkan usaha batiknya terbilang baru, namun sejak awal ia ingin mengembangkan usaha batik yang ramah lingkungan. Sebagai realisasinya, ia membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sederhana sehingga dari batik yang ia produksi, limbahnya bisa dikelola dengan baik.
"Isu lingkungan dan perubahan iklim sedang mengemuka, generasi muda sangat peduli dengan ini. Kami ingin sebarkan bahwa kita bisa bikin usaha batik yang lebih sustainable. Karena yang kami lakukan bukan hanya untuk kami sendiri, tapi juga untuk industri batik," urai Karina.
Marcomm The 1O1 Yogyakarta Tugu, Greta Indri menerangkan bahwa diskusi ini digelar bertepatan dengan Peringatan Sumpah Pemuda. "Karena kita tahu batik ini sekarang sudah mulai jadi kegemaran khalayak muda," ujarnya.
Sharing session ini menjadi salah satu rangkaian dari Earth Tunes "A Festival of Culture and Green Future" yang digelar The 1O1 Yogyakarta Tugu. Selain diskusi batik, hotel ini juga mengadakan pameran seni Memorabilia Jogjavaganza yang bisa dinikmati gratis hingga 2 Januari 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengalihan aset dan bisnis senilai total Rp85,7 triliun memperkuat InfraNexia dalam mengembangkan lebih dari 90% aset jaringan Telkom
Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia dan merusak enam bandara. Aktivitas penerbangan dihentikan hingga evaluasi infrastruktur selesai.
MK mendengarkan keterangan Polri dan KPK dalam uji materi Pasal 603 KUHP terkait kewenangan penetapan kerugian keuangan negara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 11 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jadwal lengkap Palur-Yogyakarta dan tarif KRL Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 11 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur dan tarif Rp8.000.
Sopir taksi online berinisial ARA ditahan setelah dilaporkan atas dugaan pelecehan terhadap penumpang perempuan di Jakarta Barat.