Advertisement
Kejar Target Laba, GOTO Pilih Efisiensi daripada PHK Karyawan Lagi
Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) Patrick Sugito Walujo.(GOTO)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA–PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk bertekad akan mengejar target laba tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan dan memilih untuk efisiensi.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Patrick Sugito Walujo saat bertemu dengan media di kantor emiten berkode saham GOTO di Pasar Raya, Blok M, Jakarta Selatan, Senin (6/11/2023). “Kami tidak layoff. Kami akan melakukan efisiensi,” ujarnya.
Advertisement
Baca Juga: GOTO Terima Investasi Rp2,3 Triliun, 4 Anak Perusahaan, Termasuk Tokopedia Kecipratan
Dia menjelaskan langkah efisiensi yang akan ditempuh dengan mengurangi biaya teknologi. Menurut dia, biaya terbesar yang dikeluarkan GOTO justru datang dari teknologi, bukan faktor sumber daya manusia.
“Kami banyak [pengeluaran] dari technology cost. Salah satunya cloud. Ada banyak nonhuman cost cukup besar. Di pos ini kami melihat masih banyak bisa melakukan efisiensi dengan cara lebih agresif, tanpa menurunkan kualitas layanan konsumen,” terangnya.
Seperti diketahui, GOTO sempat melakukan PHK karyawan terhadap 1.300 orang atau sekitar 12% karyawan pada November 2022. Alhasil, pada 31 Desember 2022 jumlah karyawan GOTO mencapai 9.287 orang.
Baca Juga: Besaran Pesangon untuk 1.300 Karyawan GOTO yang Kena PHK
Setelah itu, pada 10 Maret 2023 GOTO kembali melakukan PHK terhadap 600 orang. Langkah itu dinilai sebagai bagian dari pembaruan strategi untuk efisiensi agar perusahaan berkelanjutan. Perseroan juga memangkas biaya iklan dan pemasaran secara besar-besaran. Berdasarkan laporan keuangan September 2023 pos promosi turun 53,4% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp1,5 trilun. Beberapa beban yang mampu dipangkas di antaranya beban umum dan administrasi berkurang hingga 57% menjadi Rp4,61 triliun dari periode sebelumnya Rp8,63 triliun. Beban lainnya yakni beban penjualan dan pemasaran juga berkurang sebesar 47% menjadi Rp 4,82 triliun, dari sebelumnya Rp11,27 triliun.
Baca Juga: Gojek Akan Beralih Sepenuhnya ke Motor Listrik di 2030
Pengurangan beban itu mampu mengikis rugi bersih GOTO pada kuartal III/2023 sebesar 53% menjadi Rp9,5 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp20,32 triliun. Patrick menambahkan langkah lain yang akan ditempuh perseroan dengan melakukan inovasi. Salah satunya dengan merilis Goride Nego beberapa waktu lalu. Dia menyebutkan masih membuka opsi inovasi dan sinergi dengan pihak lain pada rentang Oktober-November. Namun, dia masih enggan membuka ke publik. “Kami fightback melalui inovasi, Oktober-November investasi teknologi bisnis kami.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pertamina Sebut Amankan Pasokan Energi Sebelum Gejolak Timur Tengah
- Tiket Lebaran Masih Tersedia, 41.067 Penumpang Padati Daop 6 Jogja
- Konflik AS-Iran Ancam Harga Minyak, Tekan Fiskal Indonesia
- Anggaran MBG Tembus Rp19 Triliun per Bulan, Ini Datanya
- Pertamina Antisipasi Gangguan Pasokan Energi dari Selat Hormuz
Advertisement
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Wilayah Jogja Hari Ini, Selasa 17 Maret
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pertamina Tambah 9 Juta Tabung Elpiji 3 Kg Jateng-DIY Jelang Lebaran
- Harga Emas Hari Ini Senin 16 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Stabil
- Bahlil Percepat Proyek Blok Masela Rp339 Triliun, Segera Tender EPC
- Harga Emas Antam Hari Ini Senin 16 Maret 2026 Turun Rp5.000 Per Gram
- Mendag Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran 2026
- Tiket Lebaran Masih Tersedia, 41.067 Penumpang Padati Daop 6 Jogja
- Pertamina Sebut Amankan Pasokan Energi Sebelum Gejolak Timur Tengah
Advertisement
Advertisement






