Danantara Buka Peluang Pembiayaan Proyek Sampah Jadi Listrik
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Pertumbuhan ekonomi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) memprediksi kondisi perekonomian DIY pada 2024 melanjutkan pertumbuhan positif dengan laju inflasi yang terus melandai.
"Faktor pendorong utamanya yakni permintaan domestik yang masih terjaga, momentum pemilu serentak, serta berlanjutnya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN)," kata Plh Kepala Kantor Perwakilan BI DIY Heru Saptaji, Kamis (30/11/2023).
Memandang potensi dan risiko ekonomi yang dihadapi DIY ke depan, Heru meyakini perekonomian DIY pada 2024 bakal tumbuh positif pada kisaran 4,8-5,6 persen (year on year/yoy).
Kondisi tersebut melanjutkan pertumbuhan positif ekonomi DIY yang pada akhir 2023 diproyeksikan tetap resilien pada rentang 4,6-5,4 persen (yoy), didukung permintaan domestik yang masih terjaga.
Sementara dari sisi inflasi, hingga akhir tahun 2023 diperkirakan masih berada dalam sasaran target inflasi Bank Indonesia pada kisaran 2,00-4,00 persen (yoy).
Pertumbuhan positif tersebut, menurut dia, tidak lepas dari berbagai program kolaborasi pentahelix BI DIY dengan berbagai pihak mulai dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) bersama TPID DIY, akselerasi dan perluasan digitalisasi sistem pembayaran pada berbagai sektor dan komunitas strategis, penyelenggaraan ASEAN Tourism Forum (ATF), hingga upaya mendorong UMKM naik kelas.
Meski demikian, Heru menuturkan pada 2024 masih ada tantangan yang perlu diwaspadai, yakni ketidakpastian ekonomi global yang berpotensi berdampak terhadap kinerja ekspor termasuk ekspor jasa, khususnya jasa pariwisata.
BACA JUGA: RSUD Sleman Siap Tampung Caleg Depresi karena Gagal di Pemilu 2024
Selain itu, potensi tekanan inflasi domestik dari sisi suplai terutama dari komoditas energi dan pangan. "Dari sisi permintaan, dorongan kenaikan harga juga perlu diantisipasi sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang masih cukup kuat," ujar dia.
Menurut Heru, perlu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan swasta melalui perbankan serta alokasi belanja infrastruktur yang efektif.
Kinerja investasi, kata dia, memiliki peran penting dalam perekonomian DIY dengan kontribusi berkisar 30 persen.
"Peranan pemerintah bersama seluruh pihak sangat diperlukan untuk mendorong invetasi DIY berkinerja lebih optimal, termasuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif pada masa Pemilu dan setelahnya," katanya.
Asisten dua Sekda DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana menyatakan diperlukan sinergi yang semakin kuat antarseluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat untuk menjaga komitmen mendukung ketahanan dan kebangkitan perekonomian DIY terus berlanjut di 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Persib Bandung resmi bebas dari sanksi registrasi pemain FIFA. Maung Bandung kini bisa mendaftarkan pemain baru untuk musim 2026-2027.
Salah satu bentuk kasih sayang orang tua kepada anak adalah membekalinya dengan ilmu dan pengalaman agar siap menghadapi berbagai kondisi.
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Anthropic wajib membayar Rp27 triliun setelah perkara penggunaan ratusan ribu buku bajakan untuk pengembangan AI Claude disetujui pengadilan AS.
Dua laga SEA V Cup 2026 digelar hari ini. Hasil Thailand vs Vietnam dan Filipina vs Kamboja dapat memengaruhi lawan Indonesia di semifinal.