Ekspor DIY Masih Tangguh Meski Tertekan Ekonomi Global
Surplus perdagangan DIY naik menjadi US$99,96 juta pada triwulan I 2026 meski ekspor dan impor melemah akibat tekanan ekonomi global.
Beras - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menyebut harga beras akan stabil dan stok meningkat saat musim panen pada Maret-April 2024 mendatang.
Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti mengatakan saat ini memang sudah ada panen di beberapa lokasi, tetapi sifatnya masih parsial dan belum memasuki puncak musim panen.
"Harga beras akan stabil pada saat terjadi panen raya, dan harapannya saat itu Bulog bisa membeli produksi petani untuk cadangan pangan pemerintah, sehingga pada saat harga beras tinggi Stabilisasi Pasokan Harga Pasar [SPHP] bisa maksimal dilaksanakan," ucapnya, Senin (12/02/2024).
Dia menjelaskan target stok cadangan beras pemerintah saat ini juga belum terpenuhi. Sehingga pemerintah berencana melakukan impor 3 juta ton pada Januari hingga Maret 2024. "Kemudian tingginya [harga beras karena] permintaan. Salah satunya Bansos [bantuan sosial]," jelasnya.
Menurutnya Disperindag DIY juga terus melakukan pengawasan pada ketersediaan dan stok beras. Baik di distributor, pasar-pasar, hingga ritel, untuk memastikan ketersediaan beras.
Bahkan di pasar ritel ada pembatasan pembelian beras sebanyak dua karung agar tidak terjadi panic buying dan juga pemerataan konsumen. "Pasar murah baru kami laksanakan pada 20 Februari sebanyak 7 ton berbagai komoditi di halaman Disperindag. Kabupaten/kota juga sudah ada anggaran untuk operasi pasar dan pasar murah. Di Pemkot 60 ton per bulan untuk enam pasar pantauan," paparnya.
Update harga beras berdasarkan data Disperindag DIY per Senin, 12 Februari 2024 yakni Beras IR 64 Rp14.100 per kg, Beras C4 Rp14.200 per kg, Beras Delanggu Rp15.100 per kg, dan Beras Mentik Wangi Rp16.100 per kg.
Sementara itu melansir dari Harga Pangan Kabupaten Sleman per 12 Februari 2024 harga Beras Medium Rp13.256 per kg naik Rp389 per kg, Beras Premium Rp15.550 per kg naik Rp250 per kg, dan Beras SPHP Rp10.975 per kg naik Rp250 per kg.
BACA JUGA: Stok Beras Kosong di Toko Ritel Sleman sejak Sebulan Lalu
Sebelumnya, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil DIY, Ninik Setyowati menyampaikan stok beras saat ini masih aman dan cukup untuk tiga bulan ke depan. Menurutnya Bulog saat ini masih menerima penambahan stok movenas [movement nasional] dari Jawa Tengah (Jateng). "Dan akan melakukan penyerapan DN [dalam negeri] saat masa panen yang diperkirakan pada April 2024," ucapnya.
Dia menjelaskan Bulog melakukan penyerapan beras Public Service Obligation (PSO) dan komersial. Untuk beras PSO harga pembelian Bulog sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan pemerintah, dan saat ini harga beras di atas HPP.
Harga pembelian gabah/beras acuan Bulog yakni HPP Gabah Kering Panen (GKP) Rp5.000 per kg di petani, HPP Gabah Kering Giling (GKG) Rp6.300 per kg di gudang Bulog, dan HPP beras Rp9.950 per kg di gudang Bulog. "Untuk skema pengadaan komersial Bulog melakukan pembelian sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Surplus perdagangan DIY naik menjadi US$99,96 juta pada triwulan I 2026 meski ekspor dan impor melemah akibat tekanan ekonomi global.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.