Advertisement

RI Eksportir Terbesar Keempat Dunia tetapi Ledakan Impor Kopi juga Terjadi

Erta Darwati
Minggu, 03 Maret 2024 - 20:17 WIB
Mediani Dyah Natalia
RI Eksportir Terbesar Keempat Dunia tetapi Ledakan Impor Kopi juga Terjadi Biji Kopi / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Sejumlah negara Asia seperti Indonesia hingga Vietnam yang semula eksportir berbalik menjadi importir akibat kesulitan memenuhi permintaan biji kopi di pasar domestik.

Negara produsen kopi Asia kini tercatat menjadi importir biji kopi Brasil dalam jumlah yang besar. Indonesia dan Vietnam meski masih menjadi eksportir utama kopi dunia, tetapi kini kedua negara itu terpaksa semakin banyak membeli kopi dari pusat pertanian Brasil untuk memenuhi lonjakan konsumsi kopi di negaranya. Para penikmat kopi di Hanoi bersiap menghadapi tekanan harga kopi yang melonjak, karena cadangan kopi di Vietnam menyusut.

Advertisement

Seorang Konsultan, Judy Ganes mengaku takjub dengan konsumsi kopi saat ini, yang merujuk pada budaya kafe yang berkembang saat ini di Indonesia. "Sungguh luar biasa bagaimana orang-orang [di Indonesia] mencintai kopi mereka," katanya merujuk ragam kopi yang disukai konsumen dalam negeri, dikutip dari Bloombeg, Minggu (3/3/2024).

Dia menjelaskan minuman inovatif seperti campuran kopi dan alpukat telah menarik konsumen baru, dan menjadi gebrakan yang sedang berkembang di seluruh Asia. Adapun pengiriman kopi dari Brasil ke produsen biji kopi Asia melonjak, sehingga ekspor kopi ke Indonesia dan Vietnam melonjak pada musim ini.

Impor ini karena baik Indonesia maupun Vietnam dengan produk andalan varietas robusta dengan rasa relatif pahit dan disukai untuk membuat espresso dan minuman instan lebih suka mengekspor produk kopinya. Sementara untuk konsumsi dalam negeri dipenuhi dengan membeli dari Brasil. Langkah ini dilakukan karena karena biji kopi dari dalam negeri lebih mahal daripada biji kopi Brasil.

Baca Juga

Lahan Perkebunan Kopi Terbatas, DIY Masih Berpotensi Jadi Coffee Hub

Punya Kedai Kopi Terpadat, Jogja Menjadi Kota Kopi Indonesia

Hari Terakhir, Malioboro Coffee Night Diproyeksi Jadi Hub Pemasaran Kopi ke Luar Negeri

Pedagang kopi terbesar di dunia, Neumann Kaffee Gruppe, membuka kantor impor di Indonesia karena pihaknya memperkirakan bahwa permintaan kopi RI pada akhirnya akan lebih tinggi daripada produksi nasional. Menurut asosiasi eksportir lokal, konsumsi kopi Indonesia tumbuh sekitar 4% per tahun selama satu dekade terakhir. Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan permintaan global sebesar 2,2% yang diperkirakan oleh Organisasi Kopi Internasional (International Coffee Organization) tahun ini, setelah periode naik turun selama era pandemi.

Menurut Cecafé, pengiriman kopi dari Brasil ke Indonesia, sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia, meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun lalu. "Potensi pertumbuhannya masih sangat besar, terutama karena konsumsi per kapita lebih rendah dibandingkan dengan bagian dunia lainnya," ujar Márcio Ferreira, ketua kelompok eksportir.

Kepala industri hilir kopi di Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia Moelyono Soesilo mengatakan bahwa seiring dengan berkembangnya kebiasaan minum kopi, produksi biji kopi di Indonesia sebagian besar terhenti. Menurutnya, permintaan kopi dapat melebihi produksi dalam 5 hingga 8 tahun ke depan jika laju yang sama terus berlanjut. Kelompok itu berusaha membantu para petani mengelola perkebunan untuk meningkatkan hasil panen di atas tingkat saat ini, yaitu 1,1 metrik ton per hektar.

Sementara menurut badan pertanian Conab, sebagai perbandingan, bahwa daerah yang menghasilkan varietas kopi serupa di Brasil memiliki hasil panen sekitar 2,5 ton per hektar. Berdasarkan laporan, permintaan kopi di wilayah Asia tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan bagian lain di dunia. Pengiriman dari Brasil ke Vietnam juga melonjak lebih dari enam kali lipat dalam 12 bulan yang berakhir di bulan Januari.

Kepala Asosiasi Kopi Buon Ma Thuot di provinsi Dak Lak, Trinh Duc Minh menyatakan bahwa impor dari negara Amerika Selatan dilakukan untuk melayani industri kopi instan Vietnam. Wakil Direktur eksportir terbesar kedua Vinh Hiep Co Tran Thi Lan Anh, mengatakan beberapa perusahaan telah mengimpor biji kopi untuk memenuhi kontrak yang telah ditandatangani dan juga membuat kopi panggang.

Cuaca yang membuat produksi kopi di Vietnam menurun juga menjadi penyebab lebih banyak impor ke wilayah Asia. Fenomena El Nino telah membawa kekeringan ekstrim ke Asia Tenggara musim ini, mengurangi produksi di Vietnam dan Indonesia. Kondisi yang menyebabkan lonjakan harga kopi lokal. Kopi Vietnam saat ini diperdagangkan dengan harga lebih dari US$30 lebih mahal dari biji kopi Brasil, membuat pembelian dari Amerika Selatan menjadi lebih menarik. "Sulit untuk mendapatkan biji kopi akhir-akhir ini" meskipun harga lebih tinggi, mungkin tidak banyak biji kopi yang tersisa di tangan petani," kata Anh.

Meskipun Vietnam merupakan pemasok robusta terbesar di dunia, cuaca ekstrim dan keuntungan yang rendah selama bertahun-tahun sebelum lonjakan harga pada tahun lalu, membuat beberapa petani beralih ke tanaman lain.

Menurut perkiraan perusahaan manajemen risiko Hedgepoint Global Markets, pangsa pasar global Vietnam secara bertahap menyusut selama dekade terakhir hingga sekarang menjadi yang terkecil sejak 2008. Beberapa pemulihan diperkirakan akan terjadi pada pasokan kopi Vietnam dan Indonesia, karena harga yang lebih tinggi akan mendatangkan pendapatan yang lebih tinggi bagi para petani. Hal itu mendorong para petani untuk berinvestasi dalam memperluas dan meningkatkan hasil panen mereka. Sementara itu, Kepala penjualan Hedgepoint Carlos Costa mengatakan bahwa tantangan jangka panjang masih akan tetap ada. "Jumlah properti keluarga yang kecil membuatnya lebih sulit untuk melihat peningkatan skala. Alternatif besar yang bisa masuk ke pasar adalah Brasil," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

alt

Prediksi Cuaca Jogja dan Sekitarnya Rabu 24 April 2024: Hujan Sedang

Jogja
| Rabu, 24 April 2024, 06:37 WIB

Advertisement

alt

Rekomendasi Menyantap Lezatnya Sup Kacang Merah di Jogja

Wisata
| Sabtu, 20 April 2024, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement