Stasiun Yogyakarta Jadi yang Tersibuk, Layani 317.201 Penumpang pada Agustus
KAI Daop 6 Yogyakarta melayani 1,26 juta penumpang KA jarak jauh pada Agustus 2026, naik 19% dibanding periode sama 2025.
Suasana WJNC #8 2023 di kawasan Tugu Jogja, Jetis, Kota Jogja, Sabtu (7/10/2023). (Harian Jogja/Sirojul Khafid)
Harianjogja.com, JOGJA—Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menyebut wisata DIY bisa lesu lagi saat lebaran 2024 jika tidak ada orkestrasi dari semua sektor wisata di masing-masing kabupaten/kota.
Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto mengatakan sampai saat ini belum ada perubahan produk wisata yang signifikan, ritme nya hampir sama dengan tahun lalu. Dia berharap segera ada orkestrasi dari kabupaten/kota arahnya mau ke mana. Menurutnya produk dari masing-masing kabupaten/kota harus ada perbedaan dan saling melengkapi.
BACA JUGA: Okupansi Hotel Periode Pemilu Drop, PHRI DIY Promo Diskon Tunjuk Jari Bercap Biru
"Sebenarnya permasalahan itu sudah selalu industri sampaikan ke government. Karena kalau tanpa orkestrasi tentunya hal ini [wisata lesu] akan terulang kembali," ucapnya, Selasa (19/03/2024).
Industri meminta agar ada langkah-langkah antisipasi. Namun sampai saat ini belum nampak. Padahal masing-masing kabupaten/kota punya identitas yang berbeda terkait dengan pola pengembangan pariwisata. Sehingga tidak terjadi duplikasi satu sama lain.
"Ini yang sebenarnya industri kahawatirkan, pada saat lebaran nanti kemungkinan bisa terulang kembali itu ya. Dan ini yang harapannya benar-benar bisa ada langkah-langkah antisipasi. Tetapi sampai hari ini kami belum melihat langkah-langkah itu," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan pertumbuhan infrastruktur perlu diikuti dengan upaya promosi potensi. Bobby menyebut anggaran untuk badan promosi baru ada di Kabupaten Sleman dan Kota Jogja.
"Harusnya dengan kapasitas yang lebih besar empat kabupaten dan kota yang sekarang memiliki infrastruktur yang cukup bagus carrying capacity Jogjakarta jadi lebih besar seharusnya promosinya diperbesar," paparnya.
BACA JUGA: Ditemani Cucu Sultan HB X, Alam Ganjar Berwisata Keliling Kraton Jogja
Di momen lebaran mestinya terjadi peningkatan sektor wisata 90-95% dibandingkan dengan hari biasa. Tahun lalu ada penurunan sekitar 30% karena tidak terjadi fully booked. Jika koordinasi segera dilakukan, kata Bobby, setidaknya bisa menjadi satu langkah yang lebih baik.
"Jadi satu langkah yang lebih baik dibandingkan tidak sama sekali, untuk jadi satu hal luar biasa masih perlu effort lebih panjang. Paling tidak ada langkah itu cukup membantu lah untuk antisipasi."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta melayani 1,26 juta penumpang KA jarak jauh pada Agustus 2026, naik 19% dibanding periode sama 2025.
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Jakarta 18 September 2026 dan disiapkan mendukung penanganan karhutla.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Harga rumah di Jogja makin sulit dijangkau. REI DIY menyoroti kenaikan harga tanah dan material bangunan yang mencapai sekitar 25%.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.