Advertisement

BPS Sebut Inflasi di Bulan Ramadan Naik Dikerek Komoditas Pangan

Maria Elena
Senin, 01 April 2024 - 20:37 WIB
Maya Herawati
BPS Sebut Inflasi di Bulan Ramadan Naik Dikerek Komoditas Pangan Ilustrasi inflasi - ekonomi / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi atau indeks harga konsumen (IHK) pada Maret 2024 tercatat naik.

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan inflasi pada bulan Ramadan tahun ini relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode-periode bulan Ramadan sebelumnya, kecuali pada 2022.

Advertisement

“Adapun jika dibandingkan dengan periode sebelumnya kecuali pada 2022, inflasi pada bulan Ramadan ini relatif lebih tinggi, yaitu sebesar 0,52 persen,” katanya dalam konferensi pers, Senin (1/4/2024).

Sementara itu, Amalia mengatakan bahwa inflasi pada bulan Ramadan 2022 jauh lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada bulan Ramadan tahun ini.

Dia menjelaskan, komoditas penyebab utama inflasi pada Maret 2024 didominasi oleh komoditas pangan bergejolak, di antaranya telur ayam ras, daging ayam ras, beras, cabai rawit, dan bawang putih.

BACA JUGA: Kementerian Ketenagakerjaan Awasi Pembayaran THR, Paling Lambat H-7 Lebaran!

Lebih lanjut, Amalia juga menyampaikan bahwa kelompok yang biasanya paling dominan memberikan sumbangan andil inflasi adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta transportasi, pada momen Ramadan dan Lebaran 2022 dan 2023.

Namun demikian, berbeda dengan kondisi historis, kelompok pengeluaran yang juga memberikan andil inflasi yang besar selain makanan, minuman, dan tembakau pada bulan Ramadan tahun ini adalah perawatan pribadi dan lainnya. Kelompok perawatan pribadi dan lainnya ini memberikan andil sebesar 0,04% terhadap inflasi.

Di sisi lain, kelompok transportasi memberikan andil yang lebih rendah, yaitu sebesar 0,01%, yang disebabkan oleh deflasi pada tarif angkutan udara sebesar -0,97%.

“Jika dirinci, terdapat 20 provinsi yang mengalami deflasi tarif angkutan udara dan 17 provinsi mengalami inflasi tarif angkutan udara, sedangkan 1 provinsi lainnya stabil,” jelasnya. (Sumber: Bisnis.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Bawaslu Bantul Sebut Kewenangan Pengawasan Pemilu Saat Ini Semakin Kuat

Bantul
| Rabu, 17 April 2024, 10:27 WIB

Advertisement

alt

Sambut Lebaran 2024, Taman Pintar Tambah Wahana Baru

Wisata
| Minggu, 07 April 2024, 22:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement