Advertisement

Libur Lebaran, Okupansi Hotel DIY Rata-rata Mencapai 80 Persen

Anisatul Umah
Minggu, 14 April 2024 - 12:27 WIB
Abdul Hamied Razak
Libur Lebaran, Okupansi Hotel DIY Rata-rata Mencapai 80 Persen Suasana arus lalu lintas yang terpantau padat lancar di kawasan Titik Nol KM Kota Jogja pada Sabtu (13/4/2024). Harian Jogja - Yosef Leon Pinsker

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyampaikan hingga hari ini, Minggu (14/04/2024) rata-rata okupansi hotel di DIY selama libur lebaran mencapai 80%.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo mengatakan untuk wilayah Kota Jogja dan Kabupaten Sleman persentasenya lebih tinggi, yakni 85-90%. "Rata-rata se-DIY 80 persen tapi Kota dan Sleman bisa 85-90 persen khususnya 12 dan 13 April," ucapnya, Minggu (14/04/2024).

Advertisement

BACA JUGA: Meski Okupansi Hotel di Bantul Meningkat, Lama Inap Wisatawan Masih Rendah

Dia menjelaskan ada capaian yang tidak sesuai target pada 9 dan 10 April 2024. Di mana PHRI DIY memproyeksikan okupansi akan mencapai 70%, namun kenyataannya hanya 30-50%. Kenaikan baru terjadi pada 11 April 2024 dan puncaknya di 12 April 2024 dengan rata-rata 85-90%.

"Kami kepleset, proyeksi kami tanggal 9, 10 April sudah bisa 70 persen namun nyatanya 30-50 persen," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan salah satu yang perlu dijadikan evaluasi libur lebaran tahun ini adalah perlunya event, baik nasional maupun internasional menjelang lebaran. Sehingga bisa menarik wisatawan datang ke DIY.

"Evaluasi perlu dibarengi event nasional/internasional jelang lebaran," lanjutnya.

BACA JUGA: Arus Balik Lebaran 2024, Puluhan Bus Berangkat dari Jogja

Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY mengatakan sampai hari ini data jumlah kunjungan wisata periode lebaran masih direkap. Kemungkinan proses rekap baru rampung awal pekan depan.

Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto mengatakan melihat kondisi di lapangan, dia memprediksi kunjungan wisata tidak sebanyak tahun lalu. "Namun untuk pastinya kita tunggu data real yang masih dalam proses rekap," jelasnya.

Terkait apa saja yang perlu dievaluasi, kata Bobby, akan menunggu setelah rekap data rampung. Sehingga evaluasi didasarkan pada data final. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

alt

Hadapi Musim Kemarau, Kementan Siapkan Program Pompanisasi di Daerah Pertanian Kering

Bantul
| Sabtu, 25 Mei 2024, 07:27 WIB

Advertisement

alt

Kyoto Jepang Larang Turis Kunjungi Distrik Geisha di Gion, Ini Alasannya

Wisata
| Kamis, 23 Mei 2024, 10:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement