Advertisement
Seusai Lebaran, Harga Bawang Merah Jadi Mahal

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Harga bawang merah melonjak jadi sangat mahal seusai Lebaran. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan harga bawang merah menembus Rp80.000 per kilogram.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan bahwa kenaikan harga bawang merah disebabkan cuaca hujan hingga menyebabkan gagal panen di petani.
Advertisement
Dalam catatannya, banjir di wilayah sentra bawang merah sepanjang Pantai Utara (Pantura) seperti Cirebon, Brebes, Kendal, Demak, Grobogan, dan Pati, telah menyebabkan hambatan produksi.
Banjir yang terjadi pada Maret 2024, telah menyebabkan 2.500 hektare dari 7.500 hektare lahan yang terdampak banjir terkena puso atau gagal panen.
Selain banjir, keterbatasan tenaga kerja dan hambatan distribusi barang ke pasar juga menjadi biang kerok tingginya harga bawang merah saat ini.
BACA JUGA: Menguat Sinyal Megawati Mau Bertemu Prabowo Setelah Rakernas PDIP
"Kenaikan harga memang disebabkan beberapa hal, di samping hujan, keterbatasan tenaga kerja perogol (ibu-ibu) dan sebagainya, ini sedang kita mitigasi," kata Ketut dalam rapat pengendalian inflasi daerah secara virtual, dikutip dari YouTube Kemendagri, Senin (22/4/2024).
Ketut menyebutkan saat ini harga bawang merah di tingkat produsen berada di level Rp33.000 per kilogram. Menurutnya, harga di tingkat produsen saat ini baru mengalami kenaikan setelah sempat anjlok selama beberapa bulan di awal tahun.
Menurutnya, harga bawang merah di petani pada Januari hingga Maret 2024 anjlok di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah di tingkat produsen sebesar Rp25.000 - Rp30.000 per kilogram. "Dengan kondisi yang hujan, dia [bawang merah] akan naik sedikit," katanya.
Di sisi lain, pasokan bawang merah ke tingkat grosir di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) per 17 April 2024 tercatat sebanyak 60 ton per hari atau turun 38,78% dari kondisi normal sebanyak 98 ton per hari.
Kendati begitu, Ketut mengeklaim pihaknya terus berupaya untuk menstabilkan harga dengan memeratakan distribusi bawang merah.
Menurutnya, Bapanas telah memfasilitasi distribusi bawang merah dari wilayah surplus ke wilayah defisit, misalnya dari Brebes ke Kalimantan Timur, dan dari Solok ke PIKJ.
"Kami lakukan distribusi karena memang harganya rendah di sana, kemudian kita distribusikan ke wilayah yang harganya relatif lebih tinggi sehingga harga mudah-mudahan kembali normal di bulan berikutnya," jelasnya.
Menyitir Panel Harga Pangan Bapanas, rata-rata harga bawang merah secara nasional hari ini pukul 09.20 WIB berada di level Rp52.120 per kilogram. Harga bawang merah lebih tinggi tercatat di Jakarta Utara dan Jakarta Barat mencapai Rp80.000 per kilogram. (Sumber: Bisnis.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pemerintah Bakal Bangun Rumah Subsidi untuk Nakes, Guru, Nelayan, dan Wartawan
- Bendahara Negara Yakin Lebaran Berdampak ke Pertumbuhan Ekonomi
- Juli, 70.000 Koperasi Desa Merah Putih Terbentuk
- TIPS KELOLA UANG: Jurus Atur THR untuk Keuangan yang Sehat
- Zulhas Jamin Harga-Harga Normal Sepekan Setelah Lebaran
Advertisement

Lebaran 2025, Ada 1.321 Warga Binaan Permasyarakatan DIY Terima Remisi Hari Raya Idulfitri, 10 Orang Langsung Bebas
Advertisement

Taman Wisata Candi Siapkan Atraksi Menarik Selama Liburan Lebaran 2025, Catat Tanggalnya
Advertisement
Berita Populer
- Erick Thohir Ungkapkan Alasan Fahri Hamzah dkk Jabat Komisaris di Bank BUMN
- Harga Pangan Terkendali Selama Libur Lebaran
- Zulhas Jamin Harga-Harga Normal Sepekan Setelah Lebaran
- 157.231 Penumpang Masih Lakukan Perjalanan di Hari H Idulfitri
- TIPS KELOLA UANG: Jurus Atur THR untuk Keuangan yang Sehat
- Juli, 70.000 Koperasi Desa Merah Putih Terbentuk
- Bendahara Negara Yakin Lebaran Berdampak ke Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement
Advertisement