Investor Pasar Modal DIY Tembus 332.912 Orang, Tumbuh 22,33 Persen
Investor pasar modal DIY mencapai 332.912 pada Agustus 2026, tumbuh 22,33% secara tahunan. BEI DIY menargetkan 75.000 investor baru.
Suasana Jalan Malioboro saat long weekeng dipadati oleh wisatawan domestik dan mancanegara, Kamis (29/6/2023). Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menyebut larangan study tour mulai berdampak ke kunjungan wisatawan di DIY. Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto mengatakan sejauh ini dampaknya belum signifikan, namun jika masalah ini dibiarkan dan tidak segera dimitigasi akan menjadi kerugian besar industri pariwisata DIY.
Dia menyampaikan kecelakaan bus yang mengangkut pelajar di Subang, Jawa Barat mestinya bisa jadi pembelajaran dan momentum untuk memperbaiki tata niaga dan ekosistem transportasi. Baik transportasi untuk wisata, maupun umum.
"Berdampak pasti meskipun belum signifikan," tuturnya, Senin (3/6/2024).
BACA JUGA: Dishub Gunungkidul Rancang Aturan Penggunaan Kendaraan Untuk Study Tour
Bobby menyebut, tata niaga yang sehat akan membuat industri mampu melaksanakan regulasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, yakni memposisikan keselamatan menjadi prioritas utama. Masyarakat bisa teredukasi jika regulasi dan penegakan hukum dijalankan.
Lebih lanjut dia mengatakan lingkaran ekosistem transportasi di Indonesia ini yang perlu diperbaiki secara menyeluruh. Tidak bisa dilakukan secara parsial untuk progres yang implementatif. Ia mengajak untuk bersama-sama mewujudkan transportasi wisata yang sehat dan bertanggung jawab.
"Lumayan besar, kurang lebih kisaran 40% [share] wisata berbasis study tour di DIY," jelasnya.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyampaikan reservasi hotel di Juni 2024 baru mencapai 40%-50% dari target 85%. Ia menyebut target 85% sudah diturunkan dari target awal 90% melihat kondisi objektif dampak larangan study tour.
Menurutnya, banyak travel agent atau sekolah yang membatalkan perjalan ke DIY. Musim liburan tahun lalu di bulan Juni okupansinya bisa mencapai 90%.
"Larangan study tour di beberapa daerah itu menghambat," sesalnya.
Deddy mengatakan jika pemerintah pusat seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak meminta daerah mencabut larangan, PHRI DIY pesimis okupansi hotel bisa sama dengan tahun lalu.
BACA JUGA: Bus Rombongan Wisatawan Asal Purwomartani Kalasan Sleman Alami Kecelakaan di Karanganyar
Ia menegaskan, tidak hanya PHRI DIY yang terdampak, namun semua pelaku wisata terkait, termasuk UMKM. Padahal, kata Deddy, pemerintah mengajak masyarakat untuk berwisata di dalam negeri. Melalui study tour siswa bisa menambah wawasan dalam belajar dan juga bergaul.
"Jadi ini yang salah bukan study tour-nya, yang harus disempurnakan armada, driver, Sumber Daya Manusia (SDM), dan lainnya. Harus ada izin dan sertifikat yang dipenuhi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investor pasar modal DIY mencapai 332.912 pada Agustus 2026, tumbuh 22,33% secara tahunan. BEI DIY menargetkan 75.000 investor baru.
PLN UID Yogyakarta mengajak masyarakat menjaga lingkungan sekitar jaringan listrik dan melaporkan potensi gangguan menjelang musim hujan 2026/2027.
Trump masih mengutamakan diplomasi dengan Iran meski Netanyahu mendesak AS kembali melancarkan serangan militer setelah pemilu sela.
Muhammadiyah mendukung langkah Polri memberantas vape mengandung narkoba karena sejalan dengan fatwa haram penggunaan rokok elektrik sejak 2020.
Netanyahu kehilangan mayoritas di Knesset setelah pemilu Israel. Oposisi menjajaki dukungan partai Arab untuk membentuk pemerintahan baru.
PAD sektor pariwisata Bantul baru mencapai Rp15,8 miliar hingga Oktober 2026. Dispar pesimistis target Rp29 miliar tercapai.