Advertisement
Puncak Panen DIY Diperkirakan Akhir Februari, Cuaca Jadi Kendala
Panen padi / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY menyebut di beberapa wilayah DIY sudah mulai panen padi. Namun wilayahnya masih kecil-kecil tersebar di Kabupaten Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan Gunungkidul.
Kepala DPKP DIY, Syam Arjayanti mengatakan berdasarkan luas tambah tanam periode Masa Tanam (MT) 1 diperkirakan panen padi dimulai pertengahan januari 2025 dengan puncak panen di sekitar akhir Februari 2025.
BACA JUGA: Mulai Besok, Pasar Hewan Imogiri Bantul Ditutup, Ini Penyebabnya
Dia menjelaskan curah hujan yang tinggi menjadi kendala di musim panen saat ini. Sebab bisa berdampak pada kualitas pengeringan gabah. Dan juga berdampak pada olah tanah pasca panen karena lahan masih tergenang.
"Saat ini petani sudah mulai ada panen. Puncak panen di sekitar akhir Februari 2025," ucapnya, Senin (13/1/2025).
Syam mengatakan terkait kondisi lahan ada yang terdampak banjir sekitar 260 hektar dan 27 hektar terkena puso di daerah Poncosari, Srandakan Kabupaten Bantul. Saat ini sudah dilakukan perbaikan saluran irigasi.
Menurutnya hujan yang terjadi terus menerus bisa berpengaruh pada kualitas panen petani akibat kadar air yang tinggi. Dia berharap tidak terjadi penurunan harga yang signifikan.
"Dampak hujan yang terus menerus akan mempengaruhi kualitas panen petani," jelasnya.
Advertisement
BACA JUGA: Hasto Wardoyo Komitmen Rampungkan Persoalan RTLH di Kota Jogja
Ia menyebut berdasarkan data dari Petugas Informasi Pasar (PIP) harga Gabah Kering Panen (GKP) dan Gabah Kering Giling (GKG) per 10 Januari 2025 adalah di Kabupaten Kulonprogo GKP Rp6.300- Rp6.500 per kg dan GKG Rp7.500 per kg.
Kemudian di Kabupaten Bantul GKP Rp6.000-Rp7.000 per kg dan GKG Rp7.200-Rp8.500 per kg. Kabupaten Sleman GKP Rp6.500 per kg dan GKG Rp7.400 per kg. Kemudian di Kabupaten Gunungkidul GKP Rp6.300 per kg dan GKG Rp7.200 per kg.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat perkembangan harga produsen gabah Desember 2024 harga tertinggi adalah Rp8.000 per kg untuk kualitas GKG varietas Cianjur. Lalu harga gabah terendah Rp6.100 per kg kualitas GKP varietas IR-64.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan rata-rata harga gabah dan perubahan harga Desember 2024 terhadap November 2024 (month-to-month/mtm) yakni di tingkat petani kualitas GKG naik 0,13% menjadi Rp7.072 per kg dan GKP naik 0,04% menjadi Rp6.198,91 per kg.
Lalu di tingkat penggilingan GKG naik 0,25% menjadi Rp7.162 per kg. Sementar GKP turun 0,14% menjadi Rp6.248,91 per kg. "Sebaliknya untuk GKP mengalami penurunan 0,14%," kata Herum. (Anisatul Umah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
- Okupansi Hotel di DIY Turun, Wisatawan Pilih Solo dan Magelang
Advertisement
Advertisement





