Antrean SPBU Jogja Meningkat, Hiswana Migas Pastikan Stok BBM Aman
Hiswana Migas dan Pertamina memastikan stok BBM DIY aman hingga akhir 2026, meski antrean SPBU meningkat akibat pergeseran konsumsi.
Panen padi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY menyebut di beberapa wilayah DIY sudah mulai panen padi. Namun wilayahnya masih kecil-kecil tersebar di Kabupaten Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan Gunungkidul.
Kepala DPKP DIY, Syam Arjayanti mengatakan berdasarkan luas tambah tanam periode Masa Tanam (MT) 1 diperkirakan panen padi dimulai pertengahan januari 2025 dengan puncak panen di sekitar akhir Februari 2025.
BACA JUGA: Mulai Besok, Pasar Hewan Imogiri Bantul Ditutup, Ini Penyebabnya
Dia menjelaskan curah hujan yang tinggi menjadi kendala di musim panen saat ini. Sebab bisa berdampak pada kualitas pengeringan gabah. Dan juga berdampak pada olah tanah pasca panen karena lahan masih tergenang.
"Saat ini petani sudah mulai ada panen. Puncak panen di sekitar akhir Februari 2025," ucapnya, Senin (13/1/2025).
Syam mengatakan terkait kondisi lahan ada yang terdampak banjir sekitar 260 hektar dan 27 hektar terkena puso di daerah Poncosari, Srandakan Kabupaten Bantul. Saat ini sudah dilakukan perbaikan saluran irigasi.
Menurutnya hujan yang terjadi terus menerus bisa berpengaruh pada kualitas panen petani akibat kadar air yang tinggi. Dia berharap tidak terjadi penurunan harga yang signifikan.
"Dampak hujan yang terus menerus akan mempengaruhi kualitas panen petani," jelasnya.
BACA JUGA: Hasto Wardoyo Komitmen Rampungkan Persoalan RTLH di Kota Jogja
Ia menyebut berdasarkan data dari Petugas Informasi Pasar (PIP) harga Gabah Kering Panen (GKP) dan Gabah Kering Giling (GKG) per 10 Januari 2025 adalah di Kabupaten Kulonprogo GKP Rp6.300- Rp6.500 per kg dan GKG Rp7.500 per kg.
Kemudian di Kabupaten Bantul GKP Rp6.000-Rp7.000 per kg dan GKG Rp7.200-Rp8.500 per kg. Kabupaten Sleman GKP Rp6.500 per kg dan GKG Rp7.400 per kg. Kemudian di Kabupaten Gunungkidul GKP Rp6.300 per kg dan GKG Rp7.200 per kg.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat perkembangan harga produsen gabah Desember 2024 harga tertinggi adalah Rp8.000 per kg untuk kualitas GKG varietas Cianjur. Lalu harga gabah terendah Rp6.100 per kg kualitas GKP varietas IR-64.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan rata-rata harga gabah dan perubahan harga Desember 2024 terhadap November 2024 (month-to-month/mtm) yakni di tingkat petani kualitas GKG naik 0,13% menjadi Rp7.072 per kg dan GKP naik 0,04% menjadi Rp6.198,91 per kg.
Lalu di tingkat penggilingan GKG naik 0,25% menjadi Rp7.162 per kg. Sementar GKP turun 0,14% menjadi Rp6.248,91 per kg. "Sebaliknya untuk GKP mengalami penurunan 0,14%," kata Herum. (Anisatul Umah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hiswana Migas dan Pertamina memastikan stok BBM DIY aman hingga akhir 2026, meski antrean SPBU meningkat akibat pergeseran konsumsi.
Harga iPhone di iBox berubah pada November 2026. iPhone 15 dan 17e naik, sedangkan beberapa varian iPhone 18 Pro turun hingga Rp1 juta.
Aroma tanah basah setelah hujan disebut petrichor. Wangi khas ini berasal dari geosmin, bakteri tanah, minyak tumbuhan, dan proses jatuhnya air hujan.
Riset Pew Research menunjukkan 58 persen warga AS menganggap media sosial sebagai saluran penting untuk memperoleh berita dan informasi.
Radja Nainggolan dituntut dua tahun penjara dan denda Rp2,12 miliar di Belgia atas dugaan pencucian uang. Simak perkembangan kasusnya.
Real Madrid menang 3-0 atas Racing Santander. Mourinho memuji perkembangan tim, sementara Mbappe dan Bellingham turut mencatatkan pencapaian.