Menkeu Purbaya Rombak 36 Pejabat Eselon II, Terbanyak di Bea Cukai
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melantik 36 pejabat eselon II Kemenkeu, terbanyak di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Menteri Keuangan Sri Mulyani - Antara
Harianjogja.com JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menepis adanya penurunan daya beli masyarakat usai terjadi deflasi secara tahunan pertama dalam 25 tahun terakhir pada Februari 2025.
Sri Mulyani merasa banyak pihak yang salah menginterpretasi fenomena deflasi tersebut. Menurutnya, deflasi atau penurunan harga bukan karena tidak adanya permintaan dari masyarakat, tetapi karena pemerintah belakangan banyak memberikan insentif fiskal.
Dia mencontohkan, pemerintah memberikan diskon listrik 50% pada Januari—Februari 2025. Selain itu jelang Lebaran, ada penurunan tarif tol hingga harga tiket pesawat.
"Jadi kita biar memahami saja fenomena deflasi itu karena pemerintah membantu masyarakat sangat banyak," jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Kamis (13/3/2025).
Dia mencontohkan di tengah ketidakpastian global beberapa tahun belakangan Indonesia bisa mempertahankan pertumbuhan konsumsi masyarakat yaitu hampir mencapai 5%. Pasca pandemi Covid-19, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,9% pada 2022, 4,8% pada 2023, dan 4,94% pada 2024.
"Jadi ini adalah salah satu pencapaian Indonesia untuk stabilisasi yang luar biasa bagus. Growth [pertumbuhan] tetap terjaga, harga tetap stabil rendah, dan tadi komponen konsumsi masyarakat rumah tangga tetap terjaga," ujar Sri Mulyani.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen atau IHK pada Februari 2025 mencatatkan deflasi secara tahunan.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan bahwa terjadi penurunan IHK dari 105,58 pada Februari 2024 menjadi 105,48 pada Februari 2025 atau terjadi deflasi sebesar 0,09% (year on year/YoY). Data tahunan itu menjadi deflasi pertama dalam 25 tahun terakhir.
“Menurut catatan BPS, deflasi YoY pernah terjadi pada Maret 2000 [deflasi sebesar 1,01%,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (3/3/2025).
Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga menjadi penyumbang utama penurunan IHK pada periode ini. BPS mencatat komoditas tarif listrik yang termasuk kelompok tersebut mengalami deflasi hingga 46,45% (YoY) pada Februari 2025 dengan andil deflasi sebesar 2,16%.
Kendati demikian, Amalia memaparkan bahwa tekanan inflasi komponen Inti secara tahunan meningkat dari bulan sebelumnya. Oleh sebab itu, dia membantah adanya pelemahan daya beli.
Amalia menyampaikan komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,25% secara bulanan dan 2,48% secara tahunan di tengah deflasi secara keseluruhan perekonomian.
“Biasanya, daya beli itu dikaitkan dengan komponen Inti. Ini [komponen Inti] inflasi terbesar, andil 1,58%,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melantik 36 pejabat eselon II Kemenkeu, terbanyak di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Kantor PJR Prambanan mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.
Inter Milan gagal menang setelah ditahan Hellas Verona 1-1 pada pekan ke-37 Liga Italia 2025/2026 di Giuseppe Meazza.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.