Advertisement

Jaga Stabilitas Harga, Disperindag DIY Gelar Pasar Murah 6 Kali Selama Ramadan 2025

Anisatul Umah
Kamis, 03 April 2025 - 15:27 WIB
Jumali
Jaga Stabilitas Harga, Disperindag DIY Gelar Pasar Murah 6 Kali Selama Ramadan 2025 Salah satu Pasar Murah yang digelar di Kulonprogo. Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menyampaikan sepanjang Ramadan 2025 telah menggelar 5 kali pasar murah di 5 kabupaten/kota dan 1 kali di Kantor Disperindag DIY.

Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati mengatakan kegiatan pasar murah ini sudah terlaksana semua.

Advertisement

Dia mengatakan pasar murah ini menawarkan berbagai komoditas seperti seperti beras, minyak, tepung, gula, dan telur. Dijual dengan harga yang lebih murah karena langsung dari distributor.

BACA JUGA: Disperindag DIY Gelar Pasar Murah

"Sepanjang ramadan dilakukan pasar murah 5 kali di kabupaten/kota dan 1 kali di Kantor Dinas," ucapnya, Kamis (3/4/2025).

Menurutnya pasar murah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan juga mengendalikan inflasi di DIY, khususnya di Kota Jogja.

Yuna mengatakan pasar murah punya pengaruh cukup signifikan dalam menjaga inflasi di momen lebaran. Sebab pasar murah bisa membantu menstabilkan harga bahan pokok dan mengurangi beban biaya hidup masyarakat.

Lebih lanjut dia mengatakan, harga pangan saat ini seperti cabai harganya cukup tinggi. Disebabkan beberapa faktor seperti cuaca, produksi, dan distribusi yang bisa mempengaruhi harga pangan.

"Selain itu, permintaan yang tinggi di momen lebaran juga dapat mempengaruhi harga," jelasnya.

Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta, Y. Sri Susilo mengatakan pergerakan mudik lebaran khususnya di pekan terakhir ramadan akan berpengaruh pada inflasi, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK).

Ia menduga kenaikan IHK tidak akan setinggi tahun lalu. Menurutnya kondisi di lapangan menunjukkan ada penurunan daya beli masyarakat. Kondisi makro juga menunjukkan ada penurunan jumlah tabungan, transaksi QRIS berkurang, dan impor barang konsumsi juga turun.

"Ini menunjukkan bahwa ada penurunan tingkat konsumsi di masyarakat, tidak seperti Ramadan sebelumnya. Bagaimanapun apakah [lebaran] ada dampak ke inflasi, pasti ada," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

alt

Pembangunan Taman Budaya Sleman Terhambat Pemangkasan Anggaran

Sleman
| Jum'at, 04 April 2025, 08:27 WIB

Advertisement

alt

Warung Makan Jagoan Mahasiswa UII Jogja

Wisata
| Jum'at, 04 April 2025, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement