Advertisement
Asosiasi Mal DIY Sebut Kunjungan di Libur Lebaran 2025 Tidak Anjlok
Pengunjung mal memilih produk pakaian dengan diskon besar di Matahari Solo Grand Mall (SGM), Solo, Selasa (12/6). Menjelang Lebaran warga memanfaatkan promo diskon besar di berbagai gerai sandang untuk memborong pakaian. - Solopos/M. Ferri Setiawan
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia DIY, Surya Ananta mengatakan kunjungan ke mal di momen libur lebaran 2025 dibandingkan dengan 2024 kurang lebih sama. Ini menandakan animo masyarakat untuk berkunjung ke mal masih bagus.
Ia mengatakan, dibandingkan dengan peak season Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 menurutnya masih lebih tinggi lebaran 2025. Surya menduga hal ini disebabkan karena libur lebaran lebih lama sehingga mendorong pengunjung khususnya dari luar kota.
"Dari luar kota masih cukup bagus meskipun kan info secara nasional sedikit turun. Jogja adalah kota tujuan mudik jadi posisinya strategis," ucapnya, Minggu (6/4/2025).
BACA JUGA: Kunjungan ke Mal Periode Januari-Februari 2025 Meningkat
Advertisement
Menurutnya, puncak kunjungan terjadi dua kali yakni sebelum lebaran dan setelah H+2 lebaran. Pada saat hari H jumlah kunjungan sedikit menurun karena masyarakat sedang melaksanakan takbiran dan salat ied. Dibandingkan hari biasa variasi lonjakannya sekitar 1 sampai 2 kali lipat.
Lebih lanjut dia mengatakan kunjungan paling tinggi adalah ke resto-resto. Masyarakat berkumpul dan makan bersama keluarga. Meski ada alternatif tempat wisata dan resto lain namun mal masih jadi tetap yang utama.
"Meskipun katakanlah kegiatan masyarakat umumnya menurun, tetapi kegiatan ke mal malah meningkat sebenarnya, khususnya ke resto," jelasnya.
Surya mengatakan, capaian ini sudah sesuai dengan proyeksi. Asosiasi masih optimistis sehingga banyak hal telah disiapkan, bersama tenant terkait produk dan juga resto untuk menyiapkan stok agar jangan sampai kehabisan.
Dia menjelaskan pengunjung dari luar kota meningkat dibandingkan hari libur normal dilihat berdasarkan nomor polisi (nopol) kendaraan. Meski banyak lokasi alternatif selain DIY, namun DIY menjadi salah satu kota tujuan mudik, dan banyak perantau di sekitar DIY, sehingga bisa jadi daya dukung.
"Capaian sesuai proyeksi, jadi kami memang masih optimis. Kami melakukan persiapan banyak hal dengan tenant," ucapnya.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto mengatakan dibanding lebaran 2024 terjadi penurunan jumlah wisatawan. Terkait berapa persen penurunannya masih menunggu rekapitulasi dari Dinas Pariwisata DIY.
Bobby mengatakan pergerakan positif baru dimulai H+2 sampai H+6 setelah itu mulai turun kembali. Sebelum di H-3 sampai hari H masih sangat rendah. "Faktor yang mempengaruhi penurunan wisatawan tahun ini adalah libur yang cukup panjang, daya beli lemah, pertumbuhan ekonomi tidak bagus," tuturnya.
Dia menyebut pola libur yang panjang menjadikan wisatawan atau pemudik baru melakukannya setelah H+1, sehingga sebelum hari H masih berlaku harga normal. Baru bisa dinaikkan sedikit kemungkinan setelah hari H.
"Namun semua disesuaikan dengan daya beli market agar lebih salesable," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dinkes Sleman Soroti Pinjol dan Bullying Picu Kasus Gangguan Jiwa
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Free Float 15 Persen, Strategi BEI Perkuat Likuiditas
- BI Buka Penukaran Uang Baru Idul Fitri 2026 Online
- YIA Jadi Embarkasi Haji 2026, Dorong Pertumbuhan Ekonomi DIY
- Kuota Impor Daging Sapi 2026 Dipangkas, Industri Terancam
- Harga Emas UBS dan Galeri24 Hari Ini 3 Juta per Gram
- Stimulus Lebaran 2026 dan WFA Dongkrak Kunjungan Mal DIY
- Jelang Ramadan 2026, Mentan Sebut 9 Pangan Sudah Swasembada
Advertisement
Advertisement







