Advertisement
Marketing Perumahan Gen Z Tertarik Rumah Mewah, Preferensi Baru Kekuatan Daya Beli di Tengah Inflasi
Ilustrasi Perumahan. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Di tengah gejolak ekonomi dan inflasi, marketing properti perumahan mewah menyebut muncul tren yang menarik, generasi muda, terutama Gen Z, mulai aktif memasuki pasar hunian menengah ke atas.
Menurut Sales & Marketing Division Head Alam Sutera Wikhen Rusli mengutip laporan Indonesia Property Watch, permintaan hunian di kisaran Rp1 miliar hingga Rp2 miliar meningkat 18% di kuartal pertama 2025, dengan sebagian besar peminat datang dari kelompok usia 25–35 tahun.
Advertisement
"Gaya hidup yang mengutamakan kenyamanan, aksesibilitas, serta kebutuhan akan ruang multifungsi tampaknya menjadi alasan utama di balik tren ini," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (31/5/2025).
Fenomena tersebut, lanjutnya, terasa nyata di kawasan Alam Sutera 2, Tangerang yang mana dua klaster pertama di superklaster Sutera Rasuna mencatatkan penjualan hingga 1.000 unit dalam waktu relatif singkat sejak akhir 2024.
"Sebuah pencapaian yang tak hanya mencerminkan kekuatan daya beli, tapi juga perubahan preferensi dalam memilih tempat tinggal," katanya.
Mengikuti tingginya permintaan pasar, Rusli menambahkan, pihaknya memperkenalkan klaster ketiga bertajuk VOLA dengan target utama di kalangan generasi milenial dan gen z.
"Respons dari dua klaster sebelumnya membuat kami yakin bahwa pola konsumsi hunian sedang berubah. Kami melihat generasi muda hari ini tidak hanya mencari rumah, tapi tempat tinggal yang bisa mendukung gaya hidup mereka secara menyeluruh,” ujarnya.
Dia menambahkan, lebih dari sekedar tren sementara, meningkatnya minat Gen Z terhadap hunian berkualitas mencerminkan perubahan nilai dalam memandang rumah bukan hanya sebagai aset, tetapi sebagai ruang hidup yang mendukung produktivitas, keseimbangan, dan kebebasan berekspresi.
"Di tengah tantangan ekonomi global, generasi muda justru menunjukkan optimisme baru: memilih untuk menetap, berinvestasi, dan membangun kualitas hidup sejak dini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kelola 2.000 Ton Sampah Organik, Pemkot Jogja Tambah 400 Biopori Jumbo
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Taspen Tegaskan Perlindungan Peserta Seusai Vonis Kasus Penipuan
- Puluhan Ribu Kopdes Merah Putih Ditarget Beroperasi April 2026
- Bulog Rancang Pembayaran Digital Gabah Petani Mulai 2026
- Pembiayaan Utang APBN 2026 Naik Jadi Rp832 Triliun
- Pidato di WEF, Prabowo Optimistis Ekonomi Indonesia Lebih Kuat
- Penjualan Tiket Kereta Lebaran 2026 Dibuka Mulai 25 Januari
- Harga Emas Dunia Diproyeksikan Melejit dalam Empat Tahun
Advertisement
Advertisement



