Advertisement
Kuota Rumah Subsidi Tahun Depan Ditargetkan 350.000 Unit
Perumahan - ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kuota rumah bersubsidi yang bakal disalurkan pemerintah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun depan bakal mencapai 350.000 unit rumah.
Dijelaskan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, total anggaran yang dikucurkan untuk merealisasikan program FLPP TA 2026 tembus Rp40,1 triliun.
Advertisement
BACA JUGA: Kementerian PKP Tegaskan Regulasi Rumah Bersubsidi Kembali ke Versi 2023
Adapun rinciannya, sebesar Rp33,5 triliun bakal berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan sebesar Rp6,6 triliun berasal dari PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).
"Dalam bentuk FLPP tadi untuk fasilitas likuiditas perumahan mencapai Rp33,5 triliun kemudian kita masih blending dengan SMF Rp6,6 triliun itu untuk membiayai pemilikan rumah untuk MBR," kata Sri Mulyani dikutip dari YouTube Kemenkeu RI, Senin (18/8/2025).
Adapun, program itu diperbesar penyalurannya guna menyediakan hunian yang sehat, aman dan nyaman bagi masyarakat khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), Endang Kawidjaja mengaku menyambut baik keputusan tersebut.
Dia mengatakan, keputusan pemerintah memberikan kepastian kuota sedari awal bakal mendorong pengembang untuk tidak ragu melakukan ekspansi bisnis dalam menyuplai rumah subsidi.
"Karena pengembang sudah di info dari tahun 2025 kami punya waktu untuk bersiap," ujar Endang kepada Bisnis, Senin (18/8/2025).
Pada saat yang sama, Endang juga mengaku optimistis kuota FLPP 350.000 unit yang bakal digulirkan pada tahun depan bakal terserap sepenuhnya. "350.000 untuk tahun 2026 akan tercapai," tegasnya singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- REI DIY: Moratorium Lahan Sawah Jadi Tantangan Terbesar di 2026
- Telkomsel Memulihkan Layanan Data dan IndiHome Nasional
- Menkeu Tegaskan Rupiah Melemah Bukan karena Isu Deputi BI
- Ledakan Pipa Gas di Rokan, Produksi Minyak Hilang 2 Juta Barel
- Menkeu Purbaya Pastikan Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga
- Kuota Impor Daging Sapi Dipersempit, Pemerintah Klaim Jaga Harga
- Barang Tertinggal di KAI Daop 6 Capai Rp2,46 Miliar Sepanjang 2025
Advertisement
Advertisement




