Advertisement
Bank Indonesia: Ekonomi DIY 2026 Diproyeksi Tumbuh hingga 5,7 Persen
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Hermanto sambutan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 dengan tema 'Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan' di Ballroom Kasultanan, Hotel Royal Ambarrukmo, Jumat malam (28/11 - 2025). Anisatul Umah/Harian Jogja.
Advertisement
JOGJA—Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) DIY menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 bertema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” di Ballroom Kasultanan, Hotel Royal Ambarrukmo, Jumat (28/11/2025) malam.
Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto, memaparkan tiga catatan strategis dalam penguatan ekonomi DIY sepanjang 2025. Pertama, penguatan sektor pariwisata melalui quality tourism dan bundling atraksi, yang dinilai sebagai penopang utama perekonomian daerah. Kedua, peningkatan peran aktif masyarakat dalam pengendalian inflasi. Ketiga, mendorong investasi produktif untuk memperluas penyerapan tenaga kerja serta meningkatkan daya saing ekonomi DIY.
Advertisement
“Memasuki 2026, ekonomi DIY kami proyeksikan tumbuh positif pada kisaran 4,9% hingga 5,7% seiring konsumsi domestik yang tetap terjaga, interkoneksi antardaerah yang semakin kuat, serta berlanjutnya sejumlah proyek strategis di DIY,” kata Hermanto.
Untuk inflasi, ia memperkirakan tetap terjaga dalam rentang sasaran 2,5% ±1%, didukung sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
BACA JUGA
Hermanto menegaskan BI akan terus menjaga keseimbangan antara kebijakan pro growth dan pro stability. “Kedua arah kebijakan ini menjadi pondasi utama dalam menjawab tantangan sekaligus menangkap peluang di tengah dinamika ekonomi domestik maupun global,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemda DIY, pemerintah kabupaten/kota, Forkopimda, perbankan, instansi vertikal, akademisi, lembaga sosial keagamaan, asosiasi, pelaku usaha, media, serta seluruh pemangku kepentingan atas sinergi yang terjalin selama ini.
Di sesi berikutnya, Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan kondisi global yang masih penuh ketidakpastian. Ia menyinggung kebijakan proteksionis Amerika Serikat, tensi geopolitik yang berlanjut, serta dinamika global lain yang memengaruhi perekonomian berbagai negara.
“Prospek ekonomi global masih meredup pada tahun 2026 dan 2027,” ujar Perry sambil memaparkan lima karakteristik utama yang menjadi tantangan dunia.
Pertama, kebijakan tarif AS yang masih berlanjut hingga menekan perdagangan global dan melemahkan multilateralisme. Kedua, perlambatan ekonomi dunia, terutama AS dan Tiongkok, sementara Uni Eropa, India, dan Indonesia masih relatif baik. Ketiga, tingginya utang pemerintah dan suku bunga negara maju akibat defisit fiskal. Keempat, tingginya risiko sistem keuangan global yang dipicu transaksi derivatif berbasis mesin trading. Kelima, maraknya uang kripto dan stablecoin tanpa pengaturan yang jelas, sehingga diperlukan central bank digital currency.
“Gejolak global berdampak negatif ke banyak negara termasuk Indonesia. Dibutuhkan respons kebijakan yang tepat agar stabilitas terjaga dan pertumbuhan tetap kuat, tangguh, dan mandiri,” lanjut Perry. Ia bersyukur ekonomi nasional masih berdaya tahan. “Kuncinya hanya satu: sinergi.”
Presiden RI, Prabowo Subianto, turut menyampaikan refleksi setahun pemerintahannya. Ia menilai berbagai capaian ekonomi tidak terlepas dari kolaborasi para pengelola ekonomi nasional.
“Dalam satu tahun ini telah terbukti kepada rakyat Indonesia hasil-hasil nyata yang bisa dibanggakan. Saya merasa sangat dibantu tokoh-tokoh kunci dalam pengelolaan ekonomi,” ujarnya.
Prabowo menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama. “Saya bersyukur dibantu orang-orang hebat sehingga apa yang kita capai adalah hasil kita semua.”
Ia menegaskan pemerintahannya berkomitmen menjaga tata kelola yang baik. “Pemerintah yang saya pimpin menjalankan pemerintahan yang bersih, adil, dan terbebas dari penyelewengan dan korupsi,” tuturnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pertamina Sebut Amankan Pasokan Energi Sebelum Gejolak Timur Tengah
- Tiket Lebaran Masih Tersedia, 41.067 Penumpang Padati Daop 6 Jogja
- Konflik AS-Iran Ancam Harga Minyak, Tekan Fiskal Indonesia
- Anggaran MBG Tembus Rp19 Triliun per Bulan, Ini Datanya
- Pertamina Antisipasi Gangguan Pasokan Energi dari Selat Hormuz
Advertisement
Gempa Magnitudo 2,5 Getarkan Bantul, Pusat Berada di Kedalaman Dangkal
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Hari Ini Senin 16 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Stabil
- Bahlil Percepat Proyek Blok Masela Rp339 Triliun, Segera Tender EPC
- Harga Emas Antam Hari Ini Senin 16 Maret 2026 Turun Rp5.000 Per Gram
- Mendag Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran 2026
- Tiket Lebaran Masih Tersedia, 41.067 Penumpang Padati Daop 6 Jogja
- Pertamina Sebut Amankan Pasokan Energi Sebelum Gejolak Timur Tengah
- Lorong Bernuansa Masjid Nabawi Sambut Pemudik di Stasiun Jogja
Advertisement
Advertisement








