Advertisement
Asuransi Kesehatan Terus Tumbuh, Ini Tantangan Industri Jiwa
Ilustrasi asuransi. - orixinsurance.com
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Industri asuransi kesehatan diproyeksikan terus bertumbuh seiring meningkatnya biaya layanan kesehatan, bonus demografi, serta perbaikan layanan perusahaan asuransi. Namun, sejumlah tantangan struktural masih perlu dibenahi agar pertumbuhan tersebut berlangsung berkelanjutan.
Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi (STIMRA) Abitani Taim menyebut setidaknya terdapat tiga tantangan utama dalam pemasaran produk asuransi kesehatan, yakni praktik fraud, pemberian layanan medis berlebihan (excessive treatment) oleh oknum tenaga kesehatan dan rumah sakit, serta inflasi biaya medis yang belum terkendali.
Advertisement
Menurut Abitani, perusahaan asuransi jiwa perlu memperkuat fungsi anti-fraud, meningkatkan literasi peserta, serta mengoptimalkan peran Dewan Penasihat Medis agar tercipta kesepahaman dengan dokter dan rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan yang berkualitas dengan biaya yang wajar.
Ia menambahkan, pengendalian rasio klaim tidak selalu harus dilakukan melalui kenaikan premi. Literasi kepada peserta, dokter, dan rumah sakit, serta dukungan regulator dan pemangku kepentingan kesehatan dinilai lebih efektif untuk membangun ekosistem asuransi kesehatan yang sehat.
Abitani juga menyoroti terbitnya POJK Nomor 36 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan. Menurutnya, kebijakan tersebut akan efektif jika seluruh perusahaan asuransi berkoordinasi dengan ekosistem kesehatan serta didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Kesehatan.
Pengamat asuransi Wahju Rohmanti menilai penerapan risk sharing atau deductible dalam POJK tersebut dapat menekan moral hazard sekaligus menurunkan beban perusahaan asuransi. OJK pun optimistis asuransi kesehatan akan terus tumbuh, tercermin dari premi asuransi kesehatan di industri asuransi jiwa yang mencapai Rp30,84 triliun hingga November 2025 atau tumbuh 17,23 persen secara tahunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Wisatawan Nekat Terobos TPR Parangtritis demi Hindari Tiket Masuk
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
- Okupansi Hotel di DIY Turun, Wisatawan Pilih Solo dan Magelang
Advertisement
Advertisement






