Advertisement

BPS DIY: Pengangguran Turun, Pekerja Formal Meningkat

Anisatul Umah
Rabu, 11 Februari 2026 - 10:37 WIB
Abdul Hamied Razak
BPS DIY: Pengangguran Turun, Pekerja Formal Meningkat Tenaga Kerja. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kondisi ketenagakerjaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan tren membaik pada November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,3%, atau berkurang 0,16 poin dibanding Agustus 2025 yang sebesar 3,46%.

Dari total 3,06 juta penduduk usia kerja, sebanyak 2,28 juta orang atau 74,48% masuk kategori angkatan kerja. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,2 juta orang telah bekerja, sementara 75.030 orang masih menganggur.

Advertisement

Plt. Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat 74,48%, turun tipis dari periode sebelumnya 74,74%.

Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki mencapai 82,62% meski sedikit menurun dari 83,90%. Sebaliknya, partisipasi perempuan naik menjadi 66,64% dari sebelumnya 65,91%.

“Partisipasi perempuan meningkat dalam tiga bulan terakhir, sementara laki-laki sedikit menurun,” ujarnya.

Pertanian Masih Dominan

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 19,71%. Disusul perdagangan sebesar 18,55% dan industri pengolahan 16,42%.

Selama periode Agustus–November 2025, peningkatan tenaga kerja terutama terjadi di sektor pertanian seiring masuknya masa tanam awal musim penghujan. Selain itu, sektor administrasi pemerintahan dan pendidikan juga mengalami kenaikan penyerapan tenaga kerja, didorong pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Sebaliknya, sektor industri pengolahan mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja,” kata Endang.

Tren Pekerja Formal Menguat

Dari sisi status pekerjaan, buruh/karyawan/pegawai mendominasi dengan proporsi 43,73%. Pekerja sektor formal tercatat 47,55%, meningkat dibanding Agustus 2025 sebesar 46,03%.

Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran ke arah pekerjaan yang lebih formal dan relatif stabil.

Dilihat dari jam kerja, mayoritas pekerja merupakan pekerja penuh dengan proporsi 71,66%, naik 4,25 poin dalam tiga bulan terakhir. Sementara pekerja paruh waktu 23,76% dan setengah penganggur 4,57%.

“Kondisi ini mengindikasikan perbaikan kualitas kesempatan kerja, ditandai semakin banyaknya pekerja dengan jam kerja normal,” jelasnya.

Dari sisi pendidikan, sebanyak 61,12% penduduk bekerja berpendidikan minimal SMA, termasuk 19,64% lulusan perguruan tinggi. Hal ini mencerminkan peningkatan kualitas tenaga kerja di DIY.

Target TPT 2026

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, Ariyanto Wibowo, menilai tren ini menunjukkan serapan tenaga kerja berjalan lebih cepat dibanding pertumbuhan angkatan kerja.

“Berdasarkan RPJMD, target TPT tahun 2026 sebesar 3,31%,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, Disnakertrans memperkuat kemitraan dengan perusahaan, SPSI, Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS), hingga lembaga penempatan kerja.

Upaya yang dilakukan antara lain pelatihan berbasis klaster kompetensi, pelayanan antar kerja, perluasan kesempatan kerja, penyediaan informasi pasar kerja online, serta penyelenggaraan job fair.

Selain itu, pemerintah juga fokus pada pencegahan perselisihan hubungan industrial, pelayanan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengembangan kewirausahaan desa, serta penguatan ekonomi berbasis gotong royong.

Tantangan Masih Ada

Meski menunjukkan perbaikan, tantangan ketenagakerjaan DIY masih cukup besar. Struktur ekonomi yang didominasi sektor padat karya dan informal menjadi salah satu faktor utama.

Selain itu, masih terjadi ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Lulusan berpendidikan tinggi juga masih menyumbang angka pengangguran terbuka yang signifikan.

Ariyanto menambahkan, dinamika geopolitik dan ekonomi global turut memengaruhi ketenagakerjaan DIY, terutama karena struktur ekonomi daerah yang bertumpu pada pariwisata, jasa, UMKM, dan pendidikan.

“DIY kurang didominasi industri besar berorientasi ekspor langsung,” katanya.

Secara keseluruhan, perkembangan ketenagakerjaan DIY pada November 2025 menunjukkan arah positif, dengan penurunan pengangguran, peningkatan pekerja formal, serta membaiknya kualitas kesempatan kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

DLH Kota Jogja Angkut 6 Ton Sampah Sungai per Bulan

DLH Kota Jogja Angkut 6 Ton Sampah Sungai per Bulan

Jogja
| Rabu, 11 Februari 2026, 13:07 WIB

Advertisement

Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari

Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari

Wisata
| Senin, 09 Februari 2026, 19:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement