Advertisement

LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional

Newswire
Rabu, 25 Februari 2026 - 03:17 WIB
Abdul Hamied Razak
LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional Wakil Presiden ke-13 dan Ketua Penasihat CSED INDEF Makruf Amin menyampaikan keynote speech pada Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Sarasehan ini bertujuan untuk memberikan masukan konstruktif terhadap kebijakan ekonomi syariah Indonesia dalam mencapai tujuan Indonesia Emas 2045 dan visi sebagai pusat ekonomi syariah global. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto - foc.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menilai industri perbankan syariah di Indonesia saat ini telah berkembang menjadi lebih kompetitif dibandingkan dengan perbankan konvensional.

Menurut Anggito, peningkatan daya saing tersebut mencerminkan transformasi ekosistem perbankan syariah nasional yang semakin matang. Hal ini ditopang oleh tingkat kepatuhan yang kian kuat terhadap prinsip syariah serta kemampuan bank syariah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan yang bebas dari unsur riba.

Advertisement

“Saya cukup yakin sekarang ini bank syariah itu lebih kompetitif daripada bank konvensional. Saya bisa buktikan dengan penelitian,” ujar Anggito di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang mendorong daya saing perbankan syariah adalah keberhasilan dalam menawarkan skema penetapan harga (pricing) yang lebih kompetitif dan menarik bagi nasabah. Selain itu, kualitas pelayanan harian yang terus ditingkatkan juga dinilai menjadi nilai tambah yang signifikan.

Jika kedua aspek tersebut mampu dipertahankan secara konsisten, Anggito optimistis minat masyarakat terhadap bank syariah akan tumbuh secara alami, bahkan tanpa dukungan insentif khusus dari pemerintah.

“Selama bank-bank syariah bisa memberikan pelayanan yang baik, service yang prima, dan pricing yang kompetitif, nasabah akan datang dengan sendirinya,” katanya.

Lebih lanjut, Anggito mendorong para pelaku jasa keuangan untuk terus mengembangkan ekosistem keuangan syariah nasional secara bertahap dan inklusif. Menurutnya, penguatan ekosistem syariah perlu dibangun atas kesadaran kepatuhan terhadap prinsip halal sekaligus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

“Bertahap saja dan biarlah inklusif. Biarlah bank-bank syariah tumbuh dan memberikan pelayanan yang benar-benar memberi nilai manfaat,” ujarnya.

Anggito juga optimistis stabilnya pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5 persen dapat menjadi faktor pendukung meningkatnya permintaan terhadap layanan perbankan syariah. Pertumbuhan ekonomi yang sehat diyakini mampu menciptakan penawaran yang pada akhirnya mendorong permintaan secara berkelanjutan.

“Dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen dan ekonomi yang terus bertumbuh, supply bisa menciptakan demand-nya sendiri,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 25 Februari 2026

Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 25 Februari 2026

Jogja
| Rabu, 25 Februari 2026, 05:27 WIB

Advertisement

Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah

Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah

Wisata
| Selasa, 24 Februari 2026, 13:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement