Advertisement
Meski Timur Tengah Memanas, Pasokan BBM Ramadan di DIY Dipastikan Aman
Ilustrasi BBM - Ist. dok. Pertamina Patra Niaga
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah (JBT) memberikan kepastian bahwa persediaan stok BBM di DIY dan Jawa Tengah berada dalam level aman guna menyambut lonjakan konsumsi pada momen Ramadan serta Idulfitri.
Kepastian pasokan energi ini ditegaskan sebagai komitmen pelayanan publik, mengingat persiapannya telah dilakukan secara matang jauh sebelum pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang sempat memicu kekhawatiran global.
Advertisement
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga JBT, Taufiq Kurniawan, mengungkapkan bahwa ketersediaan komoditas energi tersebut telah dipersiapkan sebagai langkah antisipasi jauh-jauh hari.
Ia menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena ketahanan stok BBM tetap dijaga pada angka 20 kali lipat dari volume konsumsi harian normal, yang berarti jika terjadi lonjakan permintaan secara mendadak sekalipun, kebutuhan bahan bakar dipastikan tetap terpenuhi hingga akhir tahun.
BACA JUGA
“Sudah siapkan jauh-jauh hari sebelum perang Iran dan Israel kejadian gitu. Jadi kita jamin pasokannya aman,” ujar Taufiq, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan lebih detail mengenai indikator ketahanan energi nasional, di mana angka 20 hari yang sering disebut merujuk pada rasio cadangan harian; jika konsumsi di DIY berada di angka 10 sementara stok mencapai 200, maka ketahanan energi berada pada posisi aman meskipun beban penggunaan meningkat drastis.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, turut meluruskan persepsi publik terkait isu cadangan energi nasional yang dianggap minim akibat perang Timur Tengah.
Menurut Bahlil, kapasitas penyimpanan (storage) BBM nasional memang didesain berada pada rentang 21 hingga 25 hari sesuai standar nasional, sehingga angka tersebut merupakan cerminan dari volume maksimal tangki penyimpanan yang tersedia di Indonesia saat ini.
“Jangan salah persepsi. Memang sejak lama kemampuan storage kita di RI ini tidak lebih dari 21–25 hari. Jadi standar nasionalnya minimal di 20–21 hari, maksimal 25 hari. Terakhir rapat sama DEN dan Pertamina itu 22–23 hari,” tutur Bahlil.
Keterbatasan durasi cadangan tersebut murni disebabkan oleh daya tampung fisik tangki penyimpanan yang belum memungkinkan untuk menyimpan pasokan melebihi batas 25 hari, bukan karena ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan stok komoditasnya.
Pihak Pertamina Patra Niaga JBT terus memantau pergerakan barang yang keluar masuk setiap harinya guna memastikan angka ketahanan stok tetap stabil di kisaran 20 hari secara berkelanjutan hingga Desember mendatang.
Kesiapan menyeluruh terkait distribusi pasokan energi selama Ramadan hingga Idulfitri ini nantinya akan dipaparkan secara mendalam melalui konferensi pers resmi, guna memberikan ketenangan bagi pemudik dan masyarakat yang akan merayakan hari raya di wilayah Jawa Tengah maupun DIY di tengah dinamika geopolitik global yang sedang terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Lantik Direktur Baru, LPS Pastikan Keamanan Dana Masyarakat Terjaga
- Perang Iran-Israel Memanas, Begini Nasib Pariwisata di Jogja
- Harga Ayam Ras Melonjak, Mentan Bongkar Ulah Distributor Nakal
- Janji Mentan Amran: Segel Distributor Nakal Jika Harga Pangan Melejit
- Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini
- Meski Timur Tengah Memanas, Pasokan BBM Ramadan di DIY Dipastikan Aman
Advertisement
Advertisement







