Advertisement
Warga Sleman Siap-siap, Bakal Ada 1.000 Sambungan Jargas Baru
PGN melakukan sambungan jaringan gas kepada salah satu pelanggan di wilayah Kabupaten Sleman. ANTARA - HO/PGN
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN–PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperkuat komitmen mendukung swasembada energi nasional melalui percepatan pengembangan jaringan gas bumi (jargas) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pada 2026, PGN membidik penambahan 500 hingga 1.000 pelanggan baru di wilayah Kabupaten Sleman.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari ekspansi pemanfaatan gas bumi yang lebih luas di DIY. Hingga saat ini, jumlah pelanggan jargas di Sleman telah menyentuh angka 4.240 sambungan, yang terdiri dari rumah tangga dan pelanggan kecil.
Advertisement
"Secara keseluruhan, pelanggan jargas PGN di wilayah Kota Jogja, Sleman, dan sekitarnya terus bertumbuh seiring meningkatnya kebutuhan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan," ujar Hery usai kegiatan gas in jargas rumah tangga di Condongcatur, Depok, Sleman, Senin (9/3).
Dukung Swasembada Energi dan Kurangi Impor LPG
BACA JUGA
Pengembangan jargas ini disebut sejalan dengan visi Asta Cita Presiden dalam mewujudkan swasembada energi nasional. Pemanfaatan gas domestik dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada impor LPG (elpiji) yang selama ini membebani neraca perdagangan.
Hery memaparkan sejumlah keunggulan gas bumi, di antaranya ketersediaan aliran selama 24 jam penuh tanpa perlu mengganti tabung, lebih praktis, serta lebih aman karena sistem distribusinya terintegrasi dan diawasi berkala.
"Pemanfaatan gas bumi juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar berbasis minyak," imbuhnya.
General Manager PGN Sales and Operation Region (SOR) III, Hedi Hedianto, menambahkan bahwa total pelanggan di wilayah Jogja dan sekitarnya saat ini telah mencapai sekitar 5.000 pelanggan. Untuk kelancaran pembangunan infrastruktur, PGN berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah hingga tingkat RT/RW.
"Kami melakukan pendekatan langsung ke masyarakat melalui sosialisasi dan pendaftaran resmi. Masyarakat bisa mengajukan pemasangan melalui kanal resmi PGN atau kantor layanan terdekat," kata Hedi.
Selain rumah tangga, gas bumi menjadi solusi efisiensi bagi sektor jasa seperti hotel, restoran, kafe, hingga rumah sakit. Keandalan pasokan energi menjadi kunci utama bagi kelangsungan operasional usaha.
Keuntungan ini dirasakan langsung oleh Muhadi, 69, pelaku usaha kuliner di Condongcatur. Ia mengaku penggunaan jargas sangat membantu aktivitas dapurnya.
"Lebih praktis dan tidak perlu khawatir kehabisan stok. Gasnya mengalir terus, jadi lebih nyaman untuk kebutuhan memasak sehari-hari," ungkap Muhadi.
PGN memastikan pengembangan jaringan gas di DIY akan terus dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan aspek keselamatan, keandalan infrastruktur, serta keberlanjutan lingkungan guna mendorong penguatan ekonomi daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kasus Campak Gunungkidul 2026 Capai 11 Orang, Belum KLB
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Pegadaian 9 Maret: UBS dan Galeri24 Stabil
- Konflik Timur Tengah Picu Harga Minyak Dunia Naik 20 Persen
- Perang Iran vs AS-Israel Bikin Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam
- Hindari Konflik, Eksportir DIY Alihkan Jalur Ekspor ke Luar Suez
- Menteri ESDM, Harga BBM Subsidi Tidak Akan Naik hingga Lebaran 2026
- Warga Sleman Siap-siap, Bakal Ada 1.000 Sambungan Jargas Baru
- Mudik Gratis Dinilai Efisien Redam Risiko Kecelakaan Lebaran
Advertisement
Advertisement








