Advertisement
BEI Yogyakarta: IHSG Bergejolak, Investor Lokal Justru Bertambah
Foto ilustrasi perdagangan saham. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat naik turun akibat sentimen global dinilai masih dalam batas wajar, bahkan di tengah kondisi tersebut jumlah investor justru terus meningkat.
Fluktuasi pasar saham belakangan ini terjadi seiring tekanan geopolitik global, namun otoritas dan pelaku pasar menilai kondisi tersebut bukan sinyal krisis, melainkan bagian dari dinamika pasar.
Advertisement
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta, Irfan Noor Riza, menyebut koreksi harga saham sesaat merupakan mekanisme penyesuaian yang lazim terjadi di pasar modal.
Ia menegaskan, meski terjadi ketidakpastian global, pasar modal Indonesia tetap menunjukkan ketahanan.
BACA JUGA
Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja pasar modal bahkan mencatat tren positif. Sepanjang 2025, IHSG menguat sekitar 22,10 persen dan ditutup di level 8.644,26, sekaligus mencerminkan pertumbuhan kapitalisasi pasar dan penghimpunan dana yang signifikan.
“Pencapaian ini didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang kuat, perekonomian Indonesia tetap tumbuh solid sehingga IHSG bahkan mencetak rekor tertinggi pada Agustus 2025,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Salah satu indikator penguatan pasar terlihat dari lonjakan jumlah investor domestik. Hingga akhir 2025, jumlah Single Investor ID (SID) tercatat mencapai 20,2 juta.
Irfan menilai meningkatnya peran investor lokal menjadi penopang penting stabilitas pasar di tengah gejolak global.
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan juga menyiapkan langkah penguatan melalui delapan rencana aksi reformasi integritas pasar.
Langkah tersebut mencakup peningkatan batas minimal free float emiten, percepatan demutualisasi, penguatan transparansi kepemilikan saham, hingga penegakan hukum yang lebih tegas untuk melindungi investor.
Selain itu, Bursa Efek Indonesia juga fokus meningkatkan kualitas emiten melalui pembinaan dan edukasi berkelanjutan.
Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan pasar modal yang lebih kredibel dan menarik bagi investor.
Irfan mengajak masyarakat, khususnya di DIY, untuk meningkatkan literasi keuangan sebelum mulai berinvestasi.
Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai kanal resmi seperti aplikasi IDX Mobile, kanal YouTube Bursa, situs resmi BEI, hingga kelas Sekolah Pasar Modal di kantor perwakilan dan galeri investasi.
Ia juga mengingatkan agar investasi dilakukan secara bertahap, berjangka panjang, dan terdiversifikasi dengan pemahaman yang memadai.
“Tidak perlu takut dan ragu menjadi investor, pasar modal Indonesia menunggu partisipasi aktif masyarakat untuk tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan,” katanya.
Sementara itu, Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, menyebut konflik di Timur Tengah memang berdampak terhadap pelemahan pasar modal global, termasuk Indonesia.
Namun, ia menegaskan penguatan integritas terus dilakukan tidak hanya di pasar modal, tetapi juga di sektor perbankan dan industri keuangan nonbank.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Diguyur Hujan Deras, GT Purwomartani Sempat Ditutup Sementara
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- SPT Pajak Sudah Tembus Jutaan, Tenggat Diperpanjang Sampai April
- Pajak Ekspor Batu Bara Belum Berlaku, Pemerintah Masih Hitung Dampak
- Lonjakan Penumpang KRL Jogja Tembus Ratusan Ribu Saat Lebaran
- Perputaran Uang Lebaran di Jogja Diperkirakan Tembus Puluhan Triliun
- BEI Yogyakarta: IHSG Bergejolak, Investor Lokal Justru Bertambah
- Harga Emas Antam Sabtu 28 Maret 2026 Melonjak, Ini Daftar Gramasinya
- Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Ayam dan Beras Ikut Naik
Advertisement
Advertisement








