Bank Mandiri Luncurkan Kredit Pendidikan untuk Mahasiswa UGM

Bank Mandiri Luncurkan Kredit Pendidikan untuk Mahasiswa UGMWakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto (tiga kanan) bersama penerima kredit pendidikan di UGM, Rabu (18/4/2018). - Ist/Bank Mandiri
20 April 2018 19:37 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, SLEMAN-Mahasiswa UGM tak perlu lagi dipusingkan dengan masalah pembiayaan pendidikan. Pasalnya, saat ini Bank Mandiri bersama UGM mengembangkan produk Kredit Pendidikan khusus bagi penerima program Bantuan Pendidikan Miskin Berprestasi (Bidikmisi) S1, S2 atau S3.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto mengatakan, program tersebut dilakukan untuk mendorong perkembangan dunia pendidikan melalui penyediaan alternatif pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa. Struktur kredit khusus ini didesain untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dengan persyaratan yang mudah dan penentuan limit kredit sesuai kebutuhan akademik.

"Selain itu, suku bunga yang diberikan kompetitif. Bisa dilakukan pembayaran berjenjang sesuai pola pendapatan dunia kerja,  yang jelas fleksibilitas pemanfaatan untuk pembelian alat penunjang pendidikan seperti laptop dan sejenisnya," katanya melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (19/4/2018).

Penandatangan Perjanjian Kerja Sama Pemberian Kredit Pendidikan digelar di UGM pada Rabu (18/4/2018). Selain untuk membeli kebutuhan penunjang pendidikan, kredit yang diberikan juga bisa digunakan untuk kebutuhan hidup selama studi. Tidak hanya UGM, pihaknya juga akan mengembangkan program tersebut di lima hingga tujuh kampus lainnya baik negeri maupun swasta.

"UGM ini pilot project kami yang pertama," katanya.

Ia menekankan, inisiatif pengembangan kredit pendidikan ini merupakan respons aktif perseroan pada arahan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Agar potensi konsumsi masyarakat sebaiknya diarahkan kepada hal-hal yang bersifat produktif, termasuk jasa pendidikan. Khusus untuk mahasiswa Bidikmisi, lanjutnya, fitur kredit pendidikan yang disiapkan adalah limit kredit maksimal sebesar Rp75 juta dengan tenor maksimal selama 10 tahun dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,5.

Sementara, fitur kredit pendidikan untuk mahasiswa entrepreneur berprestasi adalah limit kredit maksimal sebesar Rp100 juta dengan tenor maksimal selama 10 tahun dan IPK minimal 3,25.

"Kami juga menyiapkan fitur kredit pendidikan untuk dosen UGM dengan limit kredit maksimal sebesar Rp200 juta dengan tenor maksimal selama 10 tahun atau disesuaikan dengan usia pensiun dan angsuran maksimal sebesar 70 persen dari income per bulan," katanya.

Rektor UGM, Prof Panut Mulyono menyambut baik kerja sama tersebut. Dia mendukung realisasi program kredit pendidikan antara UGM dengan pihak Bank Mandiri. Menurut Panut, kolaborasi tersebut menjadi hal yang harus dilakukan universitas, perusahaan dan pemerintah.

Jika ketiga institusi tersebut bersinergi, diharapkan upaya untuk mencetak sumber daya yang andal bisa terwujud. Melalui kerja sama ini, seluruh mahasiswa dapat terpacu untuk menjadi sumber daya yang mempunyai daya saing tinggi.

"Kami berharap ke depan agar kerja sama ini dapat terus ditingkatkan dan diperluas sehingga UGM lebih kuat dalam menjalankan tugas-tugas Tridharma Perguruan Tinggi," ujarnya. 

Ad Tokopedia