Bos IMF Berharap Rapat IMF-Bank Dunia di Bali Tumbuhkan Ekonomi RI

Bos IMF Berharap Rapat IMF-Bank Dunia di Bali Tumbuhkan Ekonomi RIDirektur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde (tengah) dalam Spring Meetings IMF-World Bank Group di Washington DC, AS, Kamis (19/4). - Bisnis Indonesia/David Eka Issetiabudi
20 April 2018 13:30 WIB David Eka Issetiabudi Ekbis Share :

Harianjogja.com, WASHINGTON--Rapat tahunan IMF-World Bank pada Oktober 2018 diharapkan dapat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Saya pikir semua orang senang bahwa pertemuan tahunan mendatang berlangsung di Indonesia. Banyak dari kita semua akan ada di sana," kata Managing Director International Monetary Fund Christine Lagarde dalam konferensi pers Spring Meeting IMF-World Bank, Kamis (19/4/2018).

Tidak hanya itu, Lagarde juga mengomentari situasi ekonomi terkini Tanah Air. Jika sebelumnya IMF menyebutkan Indonesia sudah berada dalam jalur yang tepat dalam kebijakan fiskalnya, kali ini dia menyoroti tiga hal yang patut diapresiasi. Lagarde mengatakan capaian pertumbuhan ekonomi di atas 5% menunjukkan bahwa keadaan ekonomi Indonesia terkendali.
"Tentu kami terkesan dengan apa yang sudah otoritas [pemerintah] lakukan," tuturnya.

Pertama, IMF menyoroti langkah Indonesia mengenai anggaran untuk investasi di sektor infrastruktur. Kedua, soal bergulirnya jaminan kesehatan nasional. IMF mengapresiasi Presiden Joko Widodo yang berani menghapus banyak subsidi hanya dalam waktu tiga tahun dan mengalihkannya untuk infrastruktur dan kesehatan masyarakat. Ketiga, IMF melihat kemajuan Indonesia dalam menggunakan teknologi informasi untuk masyarakat daerah-daerah terpencil.

"Sewaktu saya blusukan bersama Presiden Jokowi ke salah satu rumah sakit, [saya diberi tahu] bahwa sepertiga penduduk Indonesia sudah diuntungkan dengan layanan akses kesehatan hanya dengan kartu plastik, yang merupakan kartu pintar." ungkap Lagarde.

Adapun IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,3% pada 2018 dengan perkiraan inflasi 3,5%.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan anggaran yang disiapkan untuk menggelar agenda besar pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali akan memberi keuntungan bagi Indonesia. Pemerintah mengklaim telah memperbaiki lima destinasi wisata yakni Bali, Labuan Bajo, Lombok, Banyuwangi, dan Danau Toba dengan lebih cepat karena helatan ini.

“Jadi, kalau ada yang bilang agak skeptis, mengatakan Rp800 miliar itu hanya buang-buang uang, tidak benar itu,” tegasnya.

Kendati demikian, beberapa persiapan masih dikebut, seperti merekrut pendamping delegasi atau gubernur bank sentral serta persiapan teknis lainnya. Sejauh ini, sudah ada 10.000 delegasi yang mendaftar dan jumlah delegasi yang mengikuti pertemuan tahunan itu diproyeksi akan menembus 20.000 orang.

Sumber : Bisnis Indonesia