Inklusi Keuangan Global Meningkat, Kesenjangan Masih Terasa

Inklusi Keuangan Global Meningkat, Kesenjangan Masih TerasaPresiden Bank Dunia Jin Yong Kim saat memberikan penjelasan dalam Spring Meeting IMF - World Bank di Washington DC, Amerika Serikat. - Bisnis Indonesia/David Eka Issetiabudi
20 April 2018 11:30 WIB David Eka Issetiabudi Ekbis Share :

Harianjogja.com, WASHINGTON--Penetrasi telepon seluler dan Internet mempercepat peningkatan inklusi keuangan global.

Sayang, pertumbuhannya tidak merata di setiap negara. Global Findex Database menunjukkan 515 juta orang di seluruh dunia telah membuka rekening sejak 2014. Laporan World Bank juga menunjukkan laki-laki lebih banyak menggunakan jasa keuangan dibandingkan dengan perempuan.

Secara global, setidaknya 69% orang dewasa telah memiliki rekening di bank ataupun pada layanan e-money. Peningkatan ini tercatat tumbuh sebesar 7% dibandingkan dengan kondisi pada 2014 sebesar 62%. Untuk beberapa negara yang pertumbuhan lebih lambat, tertahan karena disparitas antara orang kaya dan miskin, serta komposisi laki-laki dan perempuan. Kesenjangan antara laki-laki dan perempuan di negara berkembang tidak berubah sejak 2011, yakni 9%.

Presiden Bank Dunia Jin Yong Kim mengatakan dalam beberapa tahun terkahir, Bank Dunia telah melihat langkah besar di seluruh dunia untuk menghubungkan orang dalam layanan keuangan formal.

"Inklusi keuangan memungkinkan orang dapat menabung untuk kebutuhan keluarga, mengajukan kredit untuk bisnis," tuturnya dalam keterangan resmi, Kamis (19/4/2018)

Menurutnya, dengan memiliki akses ke layanan keuangan, secara tidak langsung menjadi pintu masuk untuk memangkas kemiskinan dan ketimpangan. Kepemilikan telepon seluler dan akses Internet, juga menjadi kesempatan yang sebelumnya belum pernah terjadi dengan melakukan teknologi, untuk mendorong inklusi keuangan.

Global Findex mengumpulkan data dari 144 negara tentang bagaimana orang menggunakan jasa keuangan, dan diproduksi oleh Bank Dunia dengan pendanaan dari Bill and Melinda Gates Foundation dan bekerja sama dengan Gallup, Inc.

Penggunaan telepon seluler dan Internet untuk jasa keuangan telah mengalami peningkatan signifikan. Setidaknya antara 2014 - 2017, penggunaan telepon seluler untuk layanan keuangan mendorong pangsa pasar industri pembayaran digital dari 67% menjadi 76% secara global, sementara di negara berkembang 57% menjadi 70%.

"Global Findex menunjukkan kemajuan akses besar untuk jasa keuangan, dan menjadi peluang untuk sektor swasta meningkatkan penggunaan dan memperluas inklusi keuangan di kalangan perempuan, petani dan orang miskin," tutur Ratu Maxima.

Secara global, ada 1,7 miliar orang dewasa tetap tidak memiliki rekening bank, tetapi duapertiga dari mereka telah mempunyai telepon genggam yang sebenarnya dapat membantu mereka mendapatkan layanan akses keuangan.

Sumber : Bisnis Indonesia