Advertisement
KPP Pratama Canangkan Zona Integritas Menuju WBK
Ilustrasi pajak - Bisnis.com
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Yogyakarta mencanangkan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) melalui penandatanganan piagam pencanangan dan deklarasi yang disaksikan oleh para wajib pajak (WP), Selasa (15/5/2018). Hal itu dilakukan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Kepala KPP Pratama Yogyakakarta Guntur Wijaya Edi mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memastikan semua pelayanan urusan pajak dilakukan secara transparan. Seluruh WP, masyarakat, maupun stakeholder terkait dapat turut mengoreksi kinerja para petugas. Perbaikan-perbaikan kinerja juga selalu dilakukan. Sebab menurutnya perilaku koruptif bisa muncul dari berbagai situasi dan kondisi. Oleh sebab itu pengawasan seluruh pihak sangat dibutuhkan.
Advertisement
"Kami bekerja secara terbuka. Seperti dalam toples. Artinya semua orang bisa ikut mengawal. Sebab baik dari dalam maupun luar, semua berpengaruh dan berkontribusi," katanya.
Namun demikian Guntur mengakui selalu ada kendala dan tantangan untuk mewujudkan zona integritas bebas korupsi. Karena itu, ia berusaha menggandeng berbagai pihak untuk berkolaborasi. Misalnya bekerja sama dengan Pemda untuk memastikan potongan PPH dan PPN dari pengeluaran APBN dan APBD ditepati. Pajak tersebut tidak harus dipotong dari DIPA tahun berikutnya. "Kendala seperti itu harus kita atasi dan antisipasi," katanya.
BACA JUGA
Guntur menambahkan pencanangan zona integritas bebas korupsi ini sudah sesuai dengan lima nilai yang dipegang oleh jajaran Kementerian Keuangan, termasuk KPP Pratama Yogyakarta. Lima nilai tersebut yaitu integritas, profesionalisme, sinergi, pelayanan, dan kesempurnaan. Meski ia menyebut butuh perjuangan panjang untuk meraih 100% kesempurnaan, paling tidak pencanangan ini merupakan salah satu upaya nyata yang dilakukan oleh KPP Pratama Yogyakarta. "Tentu akan banyak tantangan dan tak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi memang harus ada niat dan dukungan dari seluruh pihak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
Advertisement
Ramadan Sepi Wisatawan, Warung Seafood Depok Tawarkan Paket Bukber
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Arab Saudi Larang Impor Unggas Indonesia
- Bulog Pastikan Harga Beras dan Minyakita di DIY Stabil Jelang Lebaran
- Harga Emas Pegadaian 26 Februari 2026 Turun, UBS Rp3.082.000
- ART Indonesia-AS Resmi Berlaku, 1.819 Produk Tarif 0 Persen
- Rupiah Menguat ke Rp16.744 per Dolar AS, Dipicu Kebijakan Tarif Trump
- 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih dari India Mulai Disalurkan
- Korea Selatan Siapkan Aturan Bebas Visa untuk Warga Indonesia
Advertisement
Advertisement







