Harga Telur Ayam di Jogja Turun, Daging Ayam Ras Stabil Tinggi

Harga Telur Ayam di Jogja Turun, Daging Ayam Ras Stabil TinggiIlustrasi telur ayam. - Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
12 Juni 2018 06:17 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA--Jelang Lebaran, harga bahan pokok mengalami fluktuasi. Di antaranya harga telur yang turun dan daging ayam ras yang stabil tinggi di kisaran Rp35.000 per kilogram.

Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY, harga daging agam ras pada Juni 2018 sebesar Rp35.500/kg. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, harganya naik Rp1.100/kg. Tetapi jika dibandingkan dengan Desember 2017, kenaikan harga mencapai Rp3.100 yang kala itu mencapai Rp32.400/kg. Dengan harga rata-rata Rp31.000 pada 2017.

Namun demikian Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY, Arofa Noor Indriani memprediksi harga daging ayam ras ini akan terus menurun hingga H-1 Lebaran nanti. Pasalnya titik puncak harga daging ayam ras termahal sudah terjadi pada Kamis (7/6/2018) lalu yang mencapai kisaran Rp36.000 hingga Rp37.000 per kilogram.

Artinya harga daging ayam ras di pasaran kini telah mulai turun. Meskipun demikian, Arofa menyebut harga daging ayam akan naik pada H-1 Lebaran karena adanya spekulan pedagang.

"Ini normal terjadi setiap menjelang Labaran. Sehari sebelum Lebaran, pedagang akan berspekulasi menaikkan harga karena kebutuhan masyarakat yang terus meningkat menjelang hari raya. Mereka [pedagang] akan berpikir, yang lain lebaran masa pedagang juga enggak ikut Lebaran?" ucapnya kepada Harianjogja.com, Senin (11/6/2018).

Arofa mengakui konsumsi daging ayam ras terus meningkat jelang Lebaran. Peningkatan konsumsi daging ayam potong untuk rumah tangga bisa mencapai 21%, sedangkan untuk kebutuhan non rumah tangga seperti warung makan ataupun hotel bisa naik hingga dua kali lipatnya.

Namun demikian, Arofa mengklaim ketersediaan pasokan daging ayam potong akan cukup hingga akhir Juni mendatang. Pasalnya hingga kini masih ada sekitar 6000 ton stok daging ayam ras dibandingkan kebutuhan DIY yang mencapai 5.800 ton.

"Saya rasa kenaikan ini wajar ya, tidak naik sampai 10% itu artinya masih terkendali. Masyarakat perlu menanggapi ini dengan tenang karena bahan pokok lain juga mulai stabil," tuturnya.

Begitu juga dengan stok telur ayam yang mencapai 1400 ton. Stok tersebut menurutnya dapat dipenuhi dari wilayah DIY tanpa harus mendatangkan telur dari luar wilayah. Sehingga kini harga telur ayam mulai stabil di pasaran, yakni mencapai Rp20.000 - Rp21.000 per kilogram.

"Jelang Lebaran, kami juga memantau pergerakan beberapa harga pokok lain seperti cabai merah dan bawang merah yang biasanya naik," imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang Pasar Kotagede Suparti mengakui harga bawang merah mulai merangkak naik. Jika sebelumnya ada di kisaran Rp30.000 - Rp32.000 per kilogram kini mencapai Rp35.000 per kilogram.

Hal itu menurutnya dikarenakan permintaan masyarakat yang terus meningkat jelang Lebaran sedangkan stok makin menipis. Meski demikian, ia menyebut harga beras kini mulai stabil di kisaran Rp9.500 - Rp10.500 untuk beras premium dan Rp11.000 untuk beras jenis yang cukup bagus.

"Lebih stabil dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu dari Rp8000an naik ke Rp10.000an tapi kualitas berasnya jelek. Yang sekarang ini kualitasnya cukup bagus," ucapnya.

Ad Tokopedia