Bermula dari Mendekorasi Pesta Pernikahan Teman Jadi Bisnis Moncer

Bermula dari Mendekorasi Pesta Pernikahan Teman Jadi Bisnis MoncerEmpat orang sahabat co-founder Padekor berfoto bersama. - Ist
14 Juli 2018 09:30 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Tak banyak pebisnis yang punya kepedulian untuk membangun bisnis yang berkelanjutan, baik ditujukan untuk internal maupun eksternal. Namun salah satu vendor dekorasi di Kota Gudeg, Padekor, melakukannya. 

Bermula dari mendekorasi acara pernikahan seorang teman, empat orang sahabat co-founder Padekor kebanjiran order untuk mempercantik venue pernikahan dengan dedaunan dan kembang-kembang segar. Siang itu, Kamis (12/7) Harian Jogja beruntung dapat mengobrol dengan dua orang dari mereka. Putri Santoso, co-founder yang menangani desain dan produksi dan Melinda Aline, co-founder yang memegang urusan marketing dan general affair bermurah hati untuk berbagi kisah mereka memulai bisnis ini. 

Putri mengenang medio 2014, mereka tengah berjibaku mendesain venue pernikahan salah seorang kawan dekat, sepasang calon pengantin datang mendekat. Mereka mengaku jatuh hati dengan dekorasi yang tengah digarap dan meminta mereka untuk melakukan hal yang sama pada venue pernikahannya yang kebetulan akan diselenggarakan di tempat yang sama. Dari situlah, bisnis ini bermula. Hingga akhir 2014, Putri menyebut mereka yang sebenarnya telah mempunyai pekerjaan dan kesibukan masing-masing meluangkan waktu untuk melayani permintaan dekorasi venue pernikahan. "Saat itu kami belum menerapkan manajemen yang rapi. Kalau ada permintaan ya dikerjakan saja," ujar Putri. 

Dengan pengalaman tersebut pada awal 2015, mereka berempat mulai menimbang dan akhirnya menyepakati untuk menjalankan bisnis ini dengan lebih serius. Dengan latar belakang mereka masing-masing yang tak jauh-jauh dari urusan desain dan juga manajemen, mereka akhirnya berbagi tugas. Dua orang lainnya yakni Aulia Anindita bertanggung jawab atas urusan finance sedangkan Elda Suryani berperan sebagai florist. Meski mengaku tak memulai bisnis dari nol, selama bertahun-tahun menjalankan Padekor, mereka terus menerus belajar bersama sekitar 10 orang tim tetap yang selalu siap mengerjakan suatu proyek dekorasi. 

Pasalnya urusan dekorasi bukan hal yang gampang. Ada begitu banyak ide dan gagasan dari kedua mempelai yang harus disesuaikan dengan keinginan orang tua dan budget yang disediakan. "Tak jarang kami terseret dalam drama calon manten," celetuk Aline sambil tertawa lepas. Ia yang bertugas menghadapi klien seringkali harus memastikan kepada calon mempelai apakah dekorasi yang mereka inginkan sudah diketahui dan disetujui oleh orang tua. Sebab tak jarang ada orang tua yang kurang sreg dengan dekorasi yang diinginkan anaknya. 

"Masih banyak orang tua yang berpikir dekorasi harus yang megah, identik dengan gebyok, penuh bunga, ramai. Padahal anaknya ingin yang simpel, ala rustic atau ala Pinterest kalau kata anak zaman sekarang. Banyak unsur kekayuan dan sederhana," kata Aline. 

Padekor, menurut pengakuan mereka berdua memang banyak menangani klien dengan referensi dekorasi modern. Ala media sosial Pinterest atau ala pernikahan artis yang sedang ramai diperbincangkan. Misalnya, Aline menyebut pada 2017 hingga kini, masih banyak calon pengantin yang menjadikan pernikahan artis Andien Aisyah sebagai rujukan. Dekorasi yang didominasi ranting, log kayu, dedaunan, dan juga kembang segar ala pesta di hutan. Dedaunan dan kembang segar pun akhirnya jadi signature yang membedakan mereka dengan vendor dekorasi lainnya. Padekor 100% menggunakan daun dan kembang segar, bukan artifisial. "Kami menyebut desain kami ini natural dan customized," tutur Aline. 

Putri yang tengah menggambar rancangan dekorasi pun menambahkan, pilihan tersebut bukannya tanpa alasan. Mereka ingin bisnis yang mereka jalani tersebut menjadi bisnis yang berkelanjutan bagi lingkungan. Sebisa mungkin mereka berusaha menerapkan zero waste dalam menjalankan bisnis ini. Meskipun hal itu belum mampu diraih, setidaknya mereka memulai dengan tetap menggunakan bahan-bahan alami. 

"Yang sangat sulit, bunga dan dedaunan dekorasi akan selalu terbuang setelah selesai acara. Itu rasanya sayang banget. Makanya kami sedang berusaha berkolaborasi dengan mereka yang punya movement memanfaatkan bunga ini. Seperti di Inggris, bunga dekorasi Royal Wedding lantas disumbangkan ke rumah sakit. Sayangnya di sini beda kultur," kata Putri. 

Ia mengakui, pernikahan Meghan Markle memang memberi dampak yang cukup signifikan dalam bisnis dekorasi. Banyak calon mempelai yang menjadikan royal wedding sebagai referensi, begitu pula dengan Padekor. Sustainbility jadi kunci penting yang tengah diusahakan oleh mereka berempat dalam menjalankan bisnis ini. "Ke depannya kami ingin Padekor ini jadi platform kami bergiat di industri ini. Sustain dalam artian kami menekuni hal-hal yang berkaitan dengan dekor secara berkelanjutan. Suatu waktu kami rehat mendekor lalu mengajar cara merangkai bunga. Platform bagi kami untuk terus belajar," ujarnya melengkapi.