Pengembang DIY Sulit Kurangi Backlog Perumahan

Pengembang DIY Sulit Kurangi Backlog Perumahan Ilustrasi perumahan berskema FLPP (Rachman/JIBI - Bisnis)
18 Agustus 2018 07:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah menargetkan tahun ini backlog perumahan turun menjadi 5,4 juta unit. Kendati demikian, kebutuhan perumahan di DIY terus meningkat, sementara pengembang kesulitan untuk mencukupi suplai produk tersebut.

Ketua Real Estat Indonesia (REI) DIY Rama Adyaksa Pradipta mengungkapkan backlog atau kekurangan pasokan perumahan sulit untuk diturunkan. "Backlog perumahan di DIY ada sekitar 250.000 unit. Cukup sulit untuk mengurangi backlog ini," ujar Rama kepada Harian Jogja, Jumat (17/8).

Rama mengungkapkan sulitnya mengurangi backlog disebabkan kondisi lahan yang terbatas di DIY. Mahalnya harga tanah juga menjadi faktor penyebab sulitnya mengembangkan produk perumahan, terutama untuk produk hunian yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sejauh ini, kata Rama, produk hunian bagi kalangan menengah atau rumah menengah dinilai lebih memungkinkan untuk pengadaan suplai. Harga tanah yang tinggi di beberapa kawasan di DIY masih cukup realistis untuk mengembangkan hunian bagi kalangan menengah.

"Harga rumah menengah ini kisaran Rp300 jutaan, dengan harga tanah yang tinggi, cukup memungkinkan untuk mengembangkan produk hunian ini," papar Rama.

Backlog perumahan sebanyak 250.000 unit pada tahun ini, kata Rama, mencakup rumah sederhana maupun rumah untuk kalangan menengah atas. Sementara suplai produk hunian yang baru bisa diakomodasi juga belum bisa mengurangi secara signifikan. Pasalnya, kebutuhan konsumen akan hunian di DIY terus mengalami peningkatan.

Diakui Rama, potensi pengembangan produk hunian lebih besar untuk rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kendati demikian, rumah dengan harga terjangkau dengan kisaran harga di bawah Rp200 juta tersebut sulit dikembangkan karena terganjal persoalan harga tanah yang mahal.

Lebih lanjut Rama mengungkapkan saat ini suplai rumah sederhana untuk di DIY baru dapat dipenuhi sebanyak 300 unit hingga akhir tahun ini. Sedangkan untuk produk rumah menengah suplainya bisa mencapai 2.500 unit.

"Seperti target kami di awal tahun. Kami mencoba realistis dengan kondisi di DIY. Upaya untuk menyuplai produk hunian akan kami sesuaikan dengan kemampuan kami," imbuh Rama.