Advertisement
Rupiah Melemah ke Rp16.855 Dipicu Tekanan Global dan Dolar AS
Ilustrasi uang rupiah / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Nilai tukar rupiah melemah 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp16.855 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, dipicu dominasi sentimen global dan penguatan dolar Amerika Serikat.
Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Taufan Dimas Hareva, menyatakan pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini didominasi oleh sentimen global yang masih menekan mata uang negara berkembang.
Advertisement
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Senin, bergerak melemah 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.855 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.819 per dolar AS.
“Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh masih kuatnya dolar AS yang ditopang oleh tingginya imbal hasil US Treasury serta sikap investor global yang cenderung berhati-hati,” katanya kepada ANTARA.
Ia menjelaskan, meskipun sempat muncul isu intervensi pemerintah Amerika Serikat terhadap The Federal Reserve (The Fed), pasar menilai isu tersebut belum memberikan dampak nyata terhadap arah kebijakan moneter AS.
Investor global, lanjut Taufan, masih menunggu sinyal yang lebih jelas terkait rencana penurunan suku bunga, sehingga dolar AS tetap dipandang sebagai aset aman di tengah ketidakpastian.
Dari sisi domestik, rilis data penjualan eceran yang tumbuh 1,5 persen secara bulanan (month-to-month) mencerminkan daya beli masyarakat yang relatif terjaga.
Namun, sentimen positif tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menahan tekanan eksternal, mengingat pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek masih sangat dipengaruhi faktor global dan arus modal asing.
Selain itu, kehadiran otoritas moneter melalui langkah stabilisasi di pasar valuta asing mampu menahan volatilitas, tetapi belum cukup membalikkan arah pergerakan rupiah di tengah tekanan global yang masih dominan.
“Ke depan, pergerakan rupiah masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika dolar AS, arah kebijakan The Fed, serta perkembangan sentimen risiko global,” kata Taufan.
Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.853 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.834 per dolar AS.
Dengan tekanan global yang masih kuat, pergerakan rupiah dalam waktu dekat diperkirakan tetap fluktuatif seiring dinamika dolar AS dan kebijakan moneter Amerika Serikat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penganiayaan Anak di Sumbergiri Ponjong Berujung Laporan Balik
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Trump Teken Tarif Baru untuk Negara Terkait Iran
- Bank BPD DIY-BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan Kanal Iuran Terintegrasi
- Honda Perkenalkan All New Vario 125 Series di Jogja, Segini Harganya
- Pendapatan Negara di DIY 2025 Tembus Rp9,56 Triliun, Ini Datanya
- Bulog Salurkan Bantuan Beras untuk 33,2 Juta KPM Mulai Ramadan 2026
- Harga Emas Pegadaian Menguat Pagi Ini, UBS Sentuh Rp2,97 Juta per Gram
- WEF Prediksi 10 Pekerjaan Ini Paling Berisiko Lenyap Sebelum 2030
Advertisement
Advertisement



