Jokowi Ditawari Pinjaman Utang 1 Miliar Dolar AS, Begini Respons Pemerintah

Jokowi Ditawari Pinjaman Utang 1 Miliar Dolar AS, Begini Respons PemerintahIlustrasi dana atau anggaran. - JIBI
31 Agustus 2018 06:50 WIB Newswire Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Indonesia ditawari pinjaman hingga 1 miliar dolar AS untuk membiayai proyek infrastruktur.

Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) menemui Presiden Joko Widodo untuk menawarkan pinjaman dengan plafon mencapai 1 miliar dolar AS untuk proyek infrastruktur di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima delegasi Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) pada sekitar pukul 08.30 WIB di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (30/8/2018).

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR) Basuki Hadimuljono, Mensesneg Pratikno, dan Seskab Pramono Anung.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono setelah pertemuan itu mengatakan kedatangan AIIB kepada Presiden lebih merupakan "courtesy call" untuk menjelaskan bagian negara anggota AIIB.

"AIIB komitmen 'promote' dalam rangka bukan hanya pertumbuhan ekonomi satu negara tapi juga investment salah satunya melalui infrastruktur. Dan untuk di 'productive sector'. AIIB ini mem-promote pertumbuhan ekonomi melalui investasi di bidang infrastruktur dan produktif lain seperti manufaktur. Jadi kalau Indonesia punya bahan mentah itu kan langsung diekspor, jadi ini dibantu itu (oleh AIIB) sehingga yang diekspor adalah barang jadi," katanya.

Kemudian, kata Basuki, ke depan AIIB pun menawarkan komitmen senilai 1 miliar dolar AS kepada Indonesia sampai akhir tahun ini untuk proyek infrastruktur pariwisata, bandara, hingga hydropower.

"Komitmen menunggu kita. Sampai 2018 mereka siapkan segitu," katanya.

Untuk kepentingan itu, pihaknya telah mengajukan proposal pendanaan untuk sejumlah proyek di antaranya tiga proyek on-going yakni dam operational improvement and safety project (DOISP II) dengan jumlah pinjaman 125 juta dolar, national slump upgrading project dengan nilai pinjaman 216,5 juta dolar AS, dan strategic irrigation modernization and urgent rehabilitation project (SIMURP) dengan jumlah pinjaman 250 juta dolar AS.

Semua proyek on going AIIB di Kementerian PUPR disebutkan Basuki merupakan "co-financing" dengan Bank Dunia.

Sementara proyek yang masuk diusulkan dalam Rolling Plan AIIB (proposed projects) yakni Long Span Bride Development for Selected Area senilai pinjaman 355 juta dolar AS, National Road Improvement in Central Kalimantan senilai 250 juta dolar AS (dokumen kesiapan sedang disiapkan dengan ESP ADB), The Development of Regional Water Supply System of Jatigede senilai 140,62 juta (dokumen sedang dalam proses), dan IKK Water Supply Program and Small Water Treatment Plant for Water Scarcity Area dengan nilai pinjaman yang diajukan 50 juta dolar AS.

Sumber : Antara