Garuda Kaji Pasar Tiongkok ke Jogja

Garuda Kaji Pasar Tiongkok ke JogjaPesawat Garuda Indonesia mempersiapkan keberangkatan di apron Termial 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten Selasa (13/2/2018). (Bisnis - Felix Jody Kinarwan)).
16 September 2018 23:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA—Garuda Indonesia siap menangkap peluang penumpang asal Negeri Tirai Bambu, seiring makin banyaknya permintaan pasar ini untuk berkunjung ke Jogja. Upaya mengakomodir pasar tersebut, maskapai pelat merah ini berencana menggandeng Taman Wisata Candi (TWC).

Hal itu disampaikan General Manager Garuda Indonesia Branch Office Jogja Jubi Prasetyo. Ditemui belum lama ini di Hotel Marriot Jogja, Jubi mengungkapkan pembangunan bandara baru di Kulonprogo mulai menarik berbagai permintaan rute penerbangan dari luar negeri.

"Rute penerbangan dari maupun ke Kulonprogo sangat potensial, tinggal tergantung seperti apa pasar internasional yang dapat dieksplor bersama. Karena tentunya kami tidak bisa sendiri, perlu ada sinergisitas dengan pemerintah dan seluruh stakeholder yang ada," ujar Jubi.

Jubi mengungkapkan pasar penumpang dari sejumlah negara yang akan masuk Jogja sangat banyak. Beberapa di antaranya adalah dari Singapura, Timur Tengah dan Tiongkok.

Lebih lanjut Jubi memaparkan untuk menangkap peluang yang ada, Garuda Indonesia tengah mengkaji untuk melihat sejumlah potensi rute penerbangan internasional yang dapat dibuka. Terlebih saat New Yogyakarta International Airport (NYIA) nanti mulai dioperasikan.

"Selain itu, bagaimana menyikapi permintaan-permintaan dari market Tiongkok. Karena demand [penumpang] charter dari Tiongkok ini sangat tinggi sekali. Kami sedang bekerja sama dengan TWC, bagaimana mengakomodasi market dari Tiongkok ini dengan menggunakan charter flight dari Garuda Indonesia," papar Jubi.

Jubi berharap dengan dapat mengakomodasi permintaan charter flight tersebut, ke depan dapat menjadi masukan yang baik bagi maskapai ini untuk bisa membuka penerbangan internasional. Upaya membuka penerbangan charter ini merupakan awal untuk menumbuhkan demand tehadap pasar tersebut.

"Memang tidak langsung membuka regular flight, kami coba tumbuhkan dulu demand-nya melalui charter flight. Setelah demand tersebut settle, maka bisa dilanjutkan dengan reguler flight, bisa tiga sampai empat kali penerbangan, tergantung bagaimana nanti permintaannya," jelas Jubi.

Dengan pengembangan upaya mengakomodasi rute-rute nasional tersebut, tentunya dapat memberikan peluang bagi DIY untuk menjadi gerbang masuknya wisatawan mancanegara bagi Indonesia. Jubi menjelaskan melalui strategi tersebut penyebaran wisatawan ke sepuluh destinasi prioritas pemerintah dapat dimulai dari Jogja.

Jubi menambahkan saat ini beberapa penerbangan yang tersedia dari Jogja sudah memiliki rute ke beberapa destinasi prioritas. Sebut saja penerbangan dengan rute Jogja-Denpasar maupun Jogja-Makassar.

"Dalam waktu dekat kami juga memikirkan koneksi Jogja dengan Lombok, nantinya ini akan menambah network lagi untuk dapat menjangkau sepuluh destinasi tersebut," imbuh Jubi.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia