RFB Cetak Volume Transaksi Lebih dari 800.000 Lot

RFB Cetak Volume Transaksi Lebih dari 800.000 LotIlustrasi saham. - Bisnis Indonesia/Felix Jody Kinarwan
11 Oktober 2018 23:17 WIB Abdul Hamied Razak Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA-PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) membukukan total transaksi sebanyak 846,550 lot hingga 30 September 2018. Transaksi tersebut naik 97,36% dibandingkan 2017 pada periode yang sama sebesar 428,935 lot.

Transaksi bilateral/Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) yang mencapai 611,944 lot, dengan peningkatan 68% menopang pertumbuhan kinerja RFB di kuartal III tahun ini. Sementara volume transaksi multilateral sebesar 234,606 lot menunjukkan pertumbuhan yang signifikan yaitu sebesar 262,75% dibandingkan kuartal III tahun lalu yang mencapai sebesar 64,674 lot.

“Kami bangga dengan pencapaian di kuartal III ini. Dengan dukungan yang kuat dari seluruh kantor cabang dan karyawan, kinerja Perseroan terus meningkat dan target 1 juta lot hingga akhir tahun optimistis akan terlewati,” terang Chief Business Officer RFB, Teddy Prasetya melalui rilisnya, Kamis (11/10/2018).

RFB, katanya, berkomitmen untuk menjadi perusahaan pialang berjangka terdepan yang dijalankan dengan Tata Kelola Perusahaan yang baik dan mengutamakan layanan yang prima kepada nasabah dengan tim marketing yang andal. Saat ini RFB tercatat sudah memiliki satu kantor pusat di Jakarta, dan sembilan kantor cabang di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Solo, Jogja, Medan, Pekanbaru dan Palembang.

"Rencana akuisisi perusahaan pialang di Malang dan Makassar tetap dilaksanakan sembari menunggu proses perijinan, dan upaya ini telah menjadi bagian dari strategi ekspansi Perseroan untuk memacu akselerasi pertumbuhan bisnis ke depan," katanya.

Hingga akhir September 2018, total nasabah baru RFB mengalami kenaikan 27,17% menjadi 1.961 nasabah dibandingkan akhir September 2017 sebanyak 1.542 nasabah. Catatan positif ini menunjukkan tingkat kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap RFB serta kontribusi yang besar dari seluruh karyawan dan para stakeholder. Tak heran dengan rapor biru tersebut, RFB kembali berhasil mempertahankan posisinya sebagai perusahaan pialang berjangka terbesar nomor satu di Indonesia berdasarkan data perusahaan pialang berjangka terbesar dari Bursa Berjangka Jakarta.

“Selanjutnya, berpegang pada kesungguhan untuk membesarkan industri Perdagangan Berjangka Komoditi bersama regulator dan seluruh mitra kerja yang lain, kami akan melaksanakan edukasi berkesinambungan agar masyarakat semakin paham potensi dan risiko investasi di perusahaan pialang berjangka,” tandas Teddy.

Melalui edukasi yang benar dan berkelanjutan, lanjutnya, diharapkan bisa meningkatkan literasi terhadap produk investasi derivatif sekaligus memperbesar size industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) seiring minat yang tinggi dari para investor. Dengan demikian, ruang pertumbuhan bagi para pelaku industri pun semakin luas.